1. Investasi

Apa Itu Waran? Kenali Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Investor yang telah melakukan transaksi pada pasar modal pastinya sudah cukup sering mendengar kata waran. Waran adalah istilah dalam dunia pemodalan berupa produk derivatif yang menjadi salah satu instrumen investasi. Sebenarnya, apa waran sebagai instrument investasi?

Di ulasan kali ini, Inklusi Uang akan memberikan Anda informasi mengenai waran secara lengkap dan jelas. Anda akan menemukan pembahasan rinci mengenai waran pada artikel ini, mulai dari pengertian, jenis, manfaat, hingga kekurangan dan kelebihannya. Yuk, simak pembahasan waran selengkapnya pada penjelasan di bawah ini!

Key Takeaways

  1. Warrant atau waran adalah sebuah kontrak atau hak yang diperjualbelikan oleh suatu emiten kepada investor untuk membeli atau menjual efek perusahaannya, seperti saham dan obligasi, dengan harga yang sudah ditetapkan oleh emiten atau perusahaan selaku penerbit waran tersebut.
  2. Saham waran adalah instrumen investasi yang dapat dibilang memiliki risiko tinggi namun bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi pula, atau bisa dikenal dengan high risk high return.
  3. Investasi waran biasanya diterbitkan oleh perusahaan ketika ingin melakukan IPO atau right issue.

Apa Itu Waran?

Warrant atau waran adalah sebuah kontrak atau hak yang diperjualbelikan oleh suatu emiten kepada investor untuk membeli atau menjual efek perusahaannya, seperti saham dan obligasi, dengan harga yang sudah ditetapkan oleh emiten atau perusahaan selaku penerbit waran tersebut. Sehingga, waran ini bukan menjadikan pemiliknya sebagai pemegang saham perusahaan sebenarnya, melainkan hanya hak untuk membeli saham perusahaan di harga tertentu nantinya.

Sebagai instrumen investasi, waran adalah termasuk ke dalam produk derivatif. Artinya, waran ini merupakan suatu produk efek yang diturunkan dari efek utamanya. Saat waran tersebut ditebus, investor akan mendapatkan saham emiten terkait yang akan menjadi sumber modal bagi perusahaan tersebut. 

Waran, Instrumen Investasi High Risk High Return

Saham waran adalah instrumen investasi yang dapat dibilang memiliki risiko tinggi namun bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi pula, atau bisa dikenal dengan high risk high return. Perlu dipahami lebih lanjut, waran adalah sertifikat efek yang bersifat transparan dan mudah dipindahtangankan. Hal ini menyebabkan waran menjadi lebih cocok untuk dijadikan instrumen investasi dalam jangka menengah hingga jangka panjang.

Mengenal Jenis-Jenis Waran

Instrumen investasi waran ini ada beragam jenisnya. Adapun jenis-jenis dari instrumen waran adalah sebagai berikut.

Call Warrant

Call warrant merupakan hak investor yang memilikinya untuk membeli sejumlah saham tertentu dari suatu emiten dengan harga tertentu di waktu yang tertentu pula. Fungsi dari call warrant ini yaitu sebagai sebuah pancingan untuk investor dalam melakukan investasi di penerbitan saham ataupun obligasi.

Put Warrant

Put warrant adalah tipe waran yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual aset perusahaan terkait dalam jumlah tertentu dengan harga yang telah ditetapkan oleh emiten sebelumnya. Penjualan aset ini tidak bersifat wajib bagi investor, namun apabila ingin melakukan penjualan maka harus dilakukan sebelum dari tanggal yang telah ditentukan.

Cum Warrant

Cum warrant merupakan sekuritas yang yang berarti investor yang memilikinya berhak atas waran tersebut walaupun telah diumumkan sebelum pembelian. 

Tipe waran ini memiliki kemiripan dengan convertible debt. Bedanya dari efek yang didapatkan ketika akan dikonversi. Efek yang didapatkan dari konversi waran adalah kepemilikan saham atau obligasi. Sedangkan, convertible debt jika ditebus akan menukarkan obligasi dengan saham.

Ex-Warrant

Ex-warrant adalah sebuah kondisi dimana produk waran tersebut sudah kedaluwarsa untuk dijadikan bagian dari sekuritas yang dimiliki oleh investor.

Warrant Premium

Warrant premium merupakan perbedaan harga waran yang diperjualbelikan pada waktu tersebut dengan nilai minimumnya. Nilai minimum dari waran dapat diukur dari selisih antara harganya ketika ditebus dengan harga saham dasarnya yang diperdagangkan di waktu tersebut.

Naked Warrant (Covered Warrant)

Covered warrant atau juga biasa dikenal dengan covered warrant merupakan produk derivatif yang memperbolehkan pemegangnya untuk membeli atau menjual suatu sekuritas, seperti obligasi atau saham. Berbeda dengan waran biasanya, naked warrant tidak terikat dengan obligasi yang baru diterbitkan ataupun dengan saham preferen.

Piggyback Warrant

Piggyback warrant merupakan waran untuk saham yang aktif setelah konversi waran telah dilakukan. Jenis waran ini didapatkan dari harga waran yang ditebus lebih tinggi dari waran utama serta memiliki tanggal kedaluwarsa yang sama atau lebih lama daripada tanggal yang ditetapkan sebelumnya.

Warrant vs Option

Produk waran adalah instrumen investasi yang sering disebut sama dengan option. Option dan waran memang memiliki kemiripan di beberapa aspek. Akan tetapi, dua hal tersebut merupakan instrumen yang berbeda satu sama lainnya. 

Waran adalah produk yang diterbitkan langsung oleh emiten. Sedangkan, option adalah produk yang dibuat oleh pelaku pasar modal dan diperjualbelikan pada pasar sekunder.

Kontrak option dibuat untuk jangka pendek dan jarang dibuat untuk jangka waktu lebih dari satu tahun. Sedangkan, waran adalah instrumen yang dapat diperpanjang untuk jangka panjang, bahkan bisa sampai 5 hingga 10 tahun.

Selain itu, waran digunakan untuk investasi dan akan meningkatkan modal bagi perusahaan. Di sisi lain, option tidak dapat menghasilkan modal untuk perusahaan yang menerbitkannya.

Alasan Waran Saham Diterbitkan

Waran saham adalah produk yang diterbitkan oleh emiten karena alasan tertentu. Emiten mengeluarkan waran dengan tujuan untuk menarik lebih banyak investor agar menginvestasikan modalnya pada perusahaan terkait melalui obligasi atau saham yang ditawarkan. Dengan jumlahnya yang lebih kecil daripada saham, investor akan menjadi tertarik untuk melakukan investasi pada waran.

Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh modal lebih banyak lagi tanpa perlu menerbitkan obligasi atau saham. Selain itu, waran adalah salah satu cara emiten untuk mendorong pembelian obligasi serta saham preferen kepada investor di pasar modal.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Waran

Harga waran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang dapat mempengaruhi harga waran adalah sebagai berikut.

Harga Sekuritas Dasar

Faktor pertama yang mempengaruhi harga waran adalah harga sekuritas dasar. Semakin tinggi harga sekuritas dasarnya, maka nilai waran tersebut akan semakin besar juga.

Hari Jatuh Tempo

Harga dari waran cenderung akan berkurang apabila ditukar pada waktu yang semakin mendekati hari jatuh tempo. Hal ini biasa dikenal dengan fenomena “time decay”. 

Dividen

Pemegang waran tidak akan mendapatkan pembagian dividen. Di sisi lain, penurunan harga saham setelah pembagian dividen dapat turut mengurangi nilai waran jika ingin dtebus.

Suku Bunga atau Tingkat Bebas Risiko

Faktor yang mempengaruhi harga waran selanjutnya yaitu suku bunga atau tingkat bebas risiko. Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan nilai waran.

Volatilitas

Volatilitas merupakan perubahan statistik harga sekuritas pada periode tertentu. Volatilitas yang tinggi akan mempengaruhi waran dengan meningkatkan harganya

Dilusi

Penebusan waran akan meningkatkan peredaran saham dari perusahaan terkait atau dilusi. Hal ini akan menyebabkan penurunan harga waran karena berpotensi menghambat kenaikan harga saham biasa.

Premi

Waran juga dapat diterbitkan dengan premi. Semakin rendah preminya, harga waran akan menjadi lebih tinggi.

Gearing atau Leverage

Gearing merupakan rasio harga saham dari premi waran. Semakin tinggi rasio gearing, harga waran akan semakin tinggi dan bernilai.

Kelebihan dan Kekurangan Waran

Produk waran memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai instrumen investasi. Kelebihan dan kekurangan waran adalah sebagai berikut.

Kelebihan

  • Harga waran yang rendah akan memberikan leverage dan gearing yang tinggi sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan modal yang lebih besar
  • Pergerakan atau perubahan persentase keuntungan atau kerugian dari waran akan lebih bervariasi dibandingkan dengan saham karena perbedaan harga awal yang ditetapkan
  • Dengan kontraknya yang jangka panjang, waran adalah instrumen investasi yang memberikan peluang lebih besar untuk return yang bisa didapatkan oleh pemegangnya

Kekurangan

  • Memiliki tingkat risiko dan volatilitas yang tinggi
  • Pemegang waran tidak mendapatkan hak suara pada RUPS serta pembagian dividen layaknya pemegang saham
  • Waran biasanya diterbitkan oleh perusahaan yang cenderung spekulatif

Contoh Investasi Waran

Investasi waran biasanya diterbitkan oleh perusahaan ketika ingin melakukan IPO atau right issue. Perusahaan yang menerbitkan juga perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya pada bursa. Lembar saham waran yang ditransaksikan akan menggunakan kode berupa “-W” pada bagian belakang kode saham dari perusahaan yang menerbitkannya.

Sebagai contoh, PT Bank MNC Internasional Tbk menerbitkan waran pada dua seri, yaitu seri IV dengan kode “BABP-W3” dan seri V dengan kode “BABP-W4”. Dua waran dari PT Bank MNC Internasional Tbk ini masih aktif di Bursa Efek Indonesia (IDX) hingga sekarang. Oleh karena itu, investor dapat melakukan transaksi pada bursa apabila ingin melakukan investasi pada produk waran.

Waran adalah salah satu produk investasi yang bisa investor temui di pasar modal. Sebelum memilih waran sebagai instrumen investasi, Anda diharuskan untuk mengenal kelebihan serta kekurangannya terlebih dahulu. Oleh karena itu, Inklusi Uang menghadirkan ulasan mengenai waran kali ini dengan harapan agar Anda sebagai investor dapat menentukan produk investasinya secara bijak.

QA

Investopedia. Warrant

Corporate Finance Institute. Stock Warrants

Investopedia. Warrants: A Risky but High-Return Investment Tool

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Apa Itu Waran? Kenali Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Aset tidak berwujud adalah aset yang tidak memiliki wujud fisik tetapi masih dapat dilihat dan diidentifikasi. Meskipun tidak memiliki bentuk fisik, aset tak berwujud masih dapat menghasilkan pendapatan. Bagi sebuah perusahaan, aset tak berwujud pun bisa mendatangkan keuntungan dalam jangka panjang. Agar dapat memahami aset tidak berwujud lebih mendalam, mari simak informasi selengkapnya di bawah […]
    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]

    Trending

    Influencer bukan hanya berasal dari bidang fashion, beauty, dan lifestyle saja. Namun, saat ini banyak bermunculan content creator atau influencer dibidang keuangan. Mereka kerap membuat konten yang rata-rata berupa edukasi soal financial.  Hadirnya, para influencer keuangan ini, juga menjadi salah satu cara mudah untuk mengedukasi soal keuangan kepada masyarakat. Penjelasan, lengkapnya tinggal scroll artikel ini […]
    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]