1. Investasi

Kenali Cara Kerja Stock Split dan Berbagai Keuntungannya

Hal-hal yang berhubungan dengan investasi harus dipahami oleh Anda yang ingin mulai memasuki dunia investasi dari sekarang. Salah satu hal yang perlu Anda kenali yaitu istilah stock split. Stock split adalah aktivitas finansial yang berkaitan dengan surat berharga dalam investasi.

Inklusi Uang pada kesempatan kali ini akan membahas segala hal yang berkaitan dengan stock split saham. Informasi yang akan Anda dapatkan pada artikel ini diantaranya yaitu pengertian, mekanisme, keuntungan, manfaat, dampak, contoh dan lain sebagainya yang masih berhubungan dengan stock split. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

  • Stock split adalah aktivitas atau aksi korporasi yang diputuskan oleh emiten dalam memecah harga sahamnya dengan rasio tertentu.
  • Aktivitas stock split atau pemecahan saham yang dilakukan oleh perusahaan tidak akan menambah atau mengurangi nilai fundamental perusahaan terkait.
  • Jika sebuah perusahaan melakukan stock split dan perlu membayar dividen kepada para pemegang saham setelahnya, dividen ini akan disesuaikan dengan kebijakan stock split.

Apa Itu Stock Split?

Untuk mempelajari lebih lanjut, Anda perlu mengenal arti stock split terlebih dahulu. Stock split adalah aktivitas atau aksi korporasi yang diputuskan oleh emiten dalam memecah harga sahamnya dengan rasio tertentu. Hal ini dilakukan oleh emiten dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar di pasar modal. Biasanya, emiten yang melakukan stock split adalah emiten dengan fundamental yang baik dan stabil.

Dengan stock split, saham suatu perusahaan akan dipecah dan harganya menjadi semakin murah namun akan meningkatkan jumlah sahamnya. Walau demikian, stock split adalah kegiatan pemecahan saham yang tidak mempengaruhi jumlah modal yang telah disetor investor sebelumnya.

Bagaimana Mekanisme Stock Split?

Mekanisme stock split adalah emiten akan membuat kebijakan dengan memecah satu lembar saham menjadi beberapa lembar saham melalui rasio tertentu. Hal ini dilakukan oleh emiten saat harga saham dari perusahaannya telah terlampau tinggi. Selanjutnya, aksi korporasi ini akan membutuhkan persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Setelah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham, perusahaan lalu akan menjalankan kebijakan stock split sesuai dengan kesepakatan. Melalui rasio tertentu, harga saham perusahaan tersebut lalu akan menurun per lembarnya yang seiring dengan pertambahan jumlah saham yang beredar.

Alasan Perusahaan Melakukan Stock Split

Stock split adalah aksi korporasi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Salah satu tujuannya yaitu untuk menarik investor agar dapat membeli saham perusahaan terkait. Harga saham yang relatif murah dan terjangkau setelah diberlakukannya stock split dapat meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. 

Apabila sahamnya ramai ditransaksikan, saham perusahaan tersebut akan menjadi lebih likuid. Dengan tingkat likuiditas yang tinggi, perdagangan saham dari perusahaan terkait akan menjadi lebih mudah dilakukan dalam pasar modal. Selain itu, stock split dalam beberapa kasus dapat menghemat biaya manajemen suatu perusahaan.

Apakah Stock Split Membuat Perusahaan Lebih Valuable? 

Aktivitas stock split atau pemecahan saham yang dilakukan oleh perusahaan tidak akan menambah atau mengurangi nilai fundamental perusahaan terkait. Jumlah saham yang beredar memang akan bertambah, namun hal ini tidak mempengaruhi nilai perusahaan secara keseluruhan.

Harga saham yang berubah setelah stock split nantinya akan menyesuaikan secara proporsional dalam pasar modal yang berkaitan dengan kapitalisasi pasar dari perusahaan tersebut. Selain itu, stock split juga tidak akan mengubah hak suara dari para pemegang saham perusahaan terkait sebelumnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS.

Stock Split vs Reverse Stock Split

Selain stock split, aksi korporasi berupa pemecahan saham yang dapat dilakukan yaitu reverse stock split. Stock split dan reverse stock split adalah dua hal yang berbeda. 

Perbedaannya, stock split dilakukan pemecahan saham dengan menurunkan harga saham dan meningkatkan jumlah saham yang beredar melalui rasio tertentu. Kebalikan dari stock split, reverse stock split adalah aksi korporasi dengan menaikkan harga saham dan menurunkan jumlah saham yang beredar melalui rasio tertentu yang bertujuan untuk menyelamatkan emiten agar tetap memenuhi persyaratan status listing di pasar modal.

Contoh Stock Split

Agar Anda dapat memahaminya lebih lanjut, Inklusi Uang akan memberikan contoh stock split secara sederhana. Contoh dari stock split adalah sebagai berikut.

PT Bank Central Asia merupakan contoh emiten yang melakukan kebijakan stock split untuk sahamnya di tahun 2021 silam. Sebelumnya, BCA dengan kode saham BBCA memiliki nominal per saham yaitu sebesar Rp. 62,5 dan jumlah saham yang beredar di pasar yaitu sebanyak 24,65 miliar saham. 

Stock split yang dilakukan oleh BCA menggunakan rasio 1:5 yang berarti bahwa 1 saham akan dipecah menjadi 5 saham baru. Kemudian, nominal per saham dari perusahaan BCA setelah dilakukan stock split adalah sebesar Rp. 12,5. Dengan stock split ini, jumlah saham yang beredar juga bertambah menjadi sebanyak 123,25 miliar saham.

Keuntungan & Manfaat Stock Split

Sebagai kegiatan yang berhubungan dengan transaksi investasi, stock split memiliki keuntungan atau manfaat yang dapat dirasakan baik oleh emiten maupun investor. Adapun manfaat stock split yaitu sebagai berikut.

  • Meningkatkan tingkat likuiditas saham perusahaan terkait
  • Harga saham menjadi lebih terjangkau sehingga dapat menarik minat investor ritel untuk berinvestasi pada perusahaan terkait
  • Tidak mengubah kapitalisasi pasar perusahaan
  • Bagi investor, stock split dapat meningkatkan jumlah sahamnya dan berpotensi mendapatkan keuntungan lebih

Dampak Stock Split pada Pembagian Dividen

Jika sebuah perusahaan melakukan stock split dan perlu membayar dividen kepada para pemegang saham setelahnya, dividen ini akan disesuaikan dengan kebijakan stock split. Pembayaran dividen secara keseluruhan masih tetap dalam nominal yang sama untuk tiap investor. Stock split ini sering disebut sebagai pembagian dividen khusus karena dividen yang didapatkan oleh investor bukan berupa tunai, melainkan tambahan lembar saham.

Dampak Stock Split pada Pembayaran Pajak

Dari segi pembayaran pajak, stock split tidak memberikan dampak secara signifikan. Hal ini dikarenakan dasar pajak dari setiap saham yang dimiliki setelah stock split akan berubah menjadi setengah dari jumlahnya sebelum dilakukan pemecahan tersebut.

Demikian pembahasan mengenai stock split yang dapat Inklusi Uang berikan untuk Anda pada artikel ini. Stock split adalah aksi korporasi yang penting untuk dikenal dan dipahami oleh semua pihak terkait, tidak terkecuali bagi Anda yang ingin mulai menjadi investor pada pasar modal. Semoga melalui artikel ini, Anda dapat memahami apa itu stock split dan beragam informasi pelengkap lainnya dengan jelas.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Kenali Cara Kerja Stock Split dan Berbagai Keuntungannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]

    Trending

    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]
    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]