1. Keuangan

Apa Itu Resesi? Kenali Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

Berita mengenai perekonomian dunia akhir-akhir ini diketahui tidak dalam kondisi yang baik. Sri Lanka merupakan negara yang tengah disorot beberapa waktu belakangan karena perekonomiannya. Negara tersebut diketahui sedang menghadapi krisis ekonomi dan terjatuh ke dalam masa resesi. Lantas, apa itu resesi ekonomi?

Istilah tersebut mungkin akan terdengar asing bagi orang awam. Maka dari itu, Inklusi Uang pada kesempatan kali ini akan memberikan Anda informasi yang berkaitan dengan kondisi penurunan ekonomi tersebut. Adapun informasi yang akan dimuat dalam artikel ini diantaranya yaitu pengertian, penyebab, dampak, hingga perbedaan antara kondisi resesi dengan depresi. Anda dapat menyimak informasi tersebut selengkapnya pada pembahasan di bawah ini.

Apa Itu Resesi Ekonomi?

Pengertian resesi ekonomi adalah kondisi penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan, meluas, dan berkepanjangan yang terjadi dalam suatu negara atau organisasi. Kondisi penurunan ekonomi ini biasanya berlangsung selama lebih dari 6 bulan atau dua kuartal berturut-turut. 

Hal ini dapat terjadi apabila suatu negara atau organisasi mengalami penurunan Produk Domestik Bruto atau biasa dikenal dengan PDB, meningkatnya jumlah pengangguran, penurunan penjual ritel, serta penurunan ukuran pendapatan dan manufakturnya yang terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Situasi penurunan ekonomi ini umumnya dipantau oleh para ahli ekonomi. Segala masalah ekonomi yang terjadi pada negara Amerika Serikat akan dianalisis dan diinvestigasi oleh lembaga yang berwenang, yaitu National Bureau of Economic Research atau NBER, termasuk penurunan ekonomi ini. Selain itu, NBER biasanya akan mengumumkan kondisi resesi ekonomi ini apabila masanya telah berakhir.

Penyebab Terjadinya Penurunan Ekonomi Suatu Negara

Penurunan ekonomi yang terjadi pada suatu negara biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Adapun penyebab dari resesi ekonomi adalah sebagai berikut.

Terjadinya Guncangan Ekonomi yang Mendadak

Guncangan ekonomi yang mendadak akan menyebabkan menurunnya kondisi ekonomi dari suatu negara. Sebagai contoh, situasi pandemi COVID-19 yang terjadi secara mendadak dan berlangsung selama beberapa tahun terakhir ini membuat banyak negara di dunia mengalami kerusakan finansial yang cukup serius.

Hutang yang Berlebihan

Hutang yang berlebih dapat mengakibatkan suatu negara mengalami kondisi penurunan ekonomi apabila tidak mampu membayarnya karena tidak sebanding dengan pemasukan. 

Inflasi dan Deflasi yang Berlebihan

Inflasi merupakan kenaikan harga suatu produk atau barang dalam kurun waktu tertentu karena tingginya permintaan masyarakat. Di sisi lain, deflasi merupakan kondisi harga suatu barang yang jatuh dan nilai dari uang meningkat. Kedua hal ini dapat mengakibatkan penurunan ekonomi apabila terjadi secara berlebihan.

Asset Bubble atau Gelembung Aset

Faktor penyebab penurunan ekonomi selanjutnya yaitu gelembung aset. Gelembung aset merupakan situasi dimana terjadinya peningkatan harga aset yang biasa dijadikan sebagai investasi secara ekstrem karena tingginya harapan investor terhadap kenaikan harganya di masa depan tanpa adanya dukungan fundamental ekonomi.

Suku Bunga yang Tinggi

Suku bunga yang terlalu tinggi dari bank sentral pada suatu negara akan berpotensi menurunkan tingkat konsumsi masyarakatnya. Maka dari itu, hal ini tidak berpengaruh baik untuk kondisi perekonomian suatu negara.

Dampak yang diakibatkan dari Penurunan Ekonomi

Apabila suatu negara mengalami masa resesi, maka akan berdampak besar terhadap masyarakatnya. Simak dampak yang diakibatkan dari penurunan ekonomi melalui penjelasan di bawah ini.

Resesi ekonomi akan mengakibatkan sektor riil untuk menahan kapasitas produksinya. Biasanya, suatu perusahaan atau badan usaha akan melakukan efisiensi dalam situasi seperti ini. Adapun kebijakan efisiensi yang dilakukan yaitu penurunan gaji karyawan atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Beberapa perusahaan bahkan bisa saja mengalami kebangkrutan.

Selain itu, daya beli masyarakat juga akan menurun. Hal ini disebabkan masyarakat akan memilih untuk menggunakan uangnya berdasarkan skala prioritas dan untuk memenuhi kebutuhan primernya terlebih dahulu.

Kinerja dari instrumen investasi juga akan berdampak pada kondisi penurunan ekonomi ini, sehingga investor akan cenderung untuk menanamkan modalnya pada instrumen investasi yang lebih aman.

Perbedaan Resesi dengan Depresi

Walaupun sama-sama kondisi penurunan ekonomi, resesi dan depresi merupakan dua hal yang berbeda. Adapun perbedaan dari kedua kondisi ekonomi tersebut yaitu sebagai berikut.

ResesiDepresi
Kondisi ini hanya berlangsung selama beberapa kuartal atau selama satu tahunKondisi ini memiliki jangka waktu hingga bertahun-tahun, bahkan dapat mencapai 10 tahun
Skala dari kondisi ekonomi ini lebih kecil, umumnya hanya berdampak pada 1 negara sajaSkala dari kondisi ini cukup besar dan dapat memberikan dampak secara global pada negara-negara lain
Dapat terjadi ketika PDB menurun hingga pada kisaran minus 0,3% sampai dengan 5,1%Terjadi ketika PDB menurun hingga mencapai level minus 14,7% sampai dengan 38,1%

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa apabila kondisi resesi pada suatu negara berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan semakin terpuruk, maka kondisi negara tersebut mungkin saja akan berlanjut ke dalam depresi.

Baca Juga: Mengenal Definisi Inklusi Keuangan, Cara Kerja, dan Contohnya

Demikian informasi mengenai resesi ekonomi yang dapat Inklusi Uang bagikan untuk Anda. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kondisi penurunan ekonomi pada suatu negara dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakatnya secara individu. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan serta membantu Anda dalam mengantisipasi krisis ekonomi yang mungkin saja terjadi.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Apa Itu Resesi? Kenali Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]

    Trending

    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]
    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]