1. Investasi

Apa Itu Reksa Dana? Ini Cara Membeli, Kelebihan, & Risikonya

Investasi menjadi hal yang cukup dikenal oleh masyarakat di masa kini. Hal ini dikarenakan investasi merupakan suatu cara yang bisa dilakukan untuk mencapai kebebasan finansial di masa tua. Investasi reksa dana adalah salah satu jenis instrumen investasi yang tengah digemari oleh banyak orang. Sebenarnya, apa itu reksa dana?

Melalui artikel kali ini, Inklusi Uang akan menjelaskan kepada Anda informasi mengenai investasi reksa dana secara jelas dan mudah dipahami. Informasi yang akan Anda dapatkan diantaranya yaitu mulai dari pengertian, jenis, cara kerja, cara membeli, risiko, hingga keuntungan reksa dana. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini, ya. 

Key Takeaways

1. Pengertian dari reksa dana adalah wadah atau sarana yang digunakan untuk menghimpun modal dari investor untuk diinvestasikan pada portofolio efek atau surat berharga, seperti saham, obligasi, serta pasar uang, oleh manajer investasi.

2. Berdasarkan tipe produknya, reksa dana terbagi menjadi 4 jenis. 4 jenis reksa dana tersebut diantaranya yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapat tetap, reksa dana campuran, serta reksa dana saham.

3. Nominal investasi pada reksa dana dapat dimulai dari modal kecil. Bahkan, ada beberapa manajer investasi yang menetapkan minimal modal untuk ditanamkan pada reksa dananya yaitu hanya sebesar Rp. 100 ribu saja.

Pengertian Reksa Dana

Sebelum membahas hal lain, Anda perlu memahami arti reksa dana itu sendiri terlebih dahulu. Pengertian dari reksa dana adalah wadah atau sarana yang digunakan untuk menghimpun modal dari investor untuk diinvestasikan pada portofolio efek atau surat berharga, seperti saham, obligasi, serta pasar uang, oleh manajer investasi. Dalam reksa dana, Anda akan mempercayakan dana investasi Anda agar dapat dikelola oleh manajer investasi selaku pihak profesional. 

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam reksadana adalah Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan Unit Penyertaan (UP). NAB merupakan jumlah modal atau dana yang dikelola oleh manajer investasi di dalam suatu produk reksa dana. Sedangkan, UP merupakan jumlah kepemilikan aset investor dalam produk reksa dana yang dimilikinya. Namun, NAB dan UP tidak menjadi indikator dalam memilih reksadana yang tepat. 

Keuntungan investasi pada reksa dana nantinya akan didapatkan melalui pembagian bunga yang dibukukan dalam NAB. Sedangkan, manajer investasi akan memperoleh pendapatan setelah mengelola portofolio efek Anda melalui persentase yang telah ditentukan dari nilai aset.

Cara Kerja Reksa Dana

Reksa dana adalah instrumen investasi yang dikelola oleh profesional, yaitu manajer investasi. Manajer investasi nantinya akan menghimpun dana dari nasabah yang telah dipercayakan kepadanya. Selanjutnya, nasabah akan menerima laporan investasi yang telah dilakukan oleh manajer investasi secara berkala. Dana yang telah dipercayakan oleh manajer investasi tersebut akan dikelola melalui beberapa instrumen seperti saham, obligasi dan surat berharga lainnya. Pengelolaan ini tergantung oleh pilihan dan hasil analisis yang dilakukan oleh manajer investasi. Inilah alasan investor perlu memilih manajer investasi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Investasi reksa dana akan mendapatkan keuntungan melalui beberapa cara. Cara memperoleh keuntungan dalam reksa dana adalah sebagai berikut.

  • Keuntungan akan didapatkan melalui dividen dan bunga dari portofolio efek
  • Melalui capital gain apabila manajer investasi menjual produk reksa dananya setelah mendapatkan peningkatan harga dari harga beli sebelumnya

Keuntungan inilah yang nantikan akan dilaporkan kepada investor. Berdasarkan riwayat keuntungan yang telah didapatakan sebelumnya, menajaer investasi dapat menentukan persentasi hasil yang akan menjadi daya jual kepada investor untuk menanamkan modal mereka.

Jenis Reksa Dana

Berdasarkan tipe produknya, reksa dana terbagi menjadi 4 jenis. 4 jenis reksa dana tersebut diantaranya yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapat tetap, reksa dana campuran, serta reksa dana saham.

1. Reksa Dana Pasar Uang

Jenis reksa dana pasar uang ini akan menanamkan modal investor pada surat berharga yang bersifat utang dengan waktu jatuh tempo yang kurang dari 1 tahun. Reksa dana pasar uang memiliki tingkat likuiditas yang paling tinggi dibandingkan jenis reksa dana lainnya. Selain itu, reksa dana pasar uang memiliki risiko paling kecil sehingga cocok dijadikan sebagai sarana pemeliharaan modal. Dalam reksa dana jenis ini, manajer investasi akan mengalokasikan dana kelolaan mereka kepada instrumen yang memiliki resiko rendah seperti deposito bank atau oblikasi. Pergerakan harga yang ada pada reksa dana pasar uang selalu mengalami kenaikan yang relatif konstan. Namun, tentunya investor tidak akan mendapatkan banyak keuntungan dari jenis reksa dana ini. 

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Pada reksa dana pendapatan tetap, manajer investasi akan melakukan investasi pada efek yang bersifat utang minimal sebanyak 80 persen. Jenis ini memiliki tujuan untuk mendapatkan tingkat pengembalian modal investor yang cenderung stabil. Jenis reksa dana ini sangat cocok untuk investor dengan tipe resiko sedang. Jika di lihat dari fluktuasi harganya, reksa dana pendapatan tetap cenderung stabil namun lebih fluktuatif dibandingkan dengan reksa dana pasar uang. Dalam reksa dana ini, resiko yang ditanggung investor lebih besar dibandingkan dengan resiko di reksa dana pasar uang. 

3. Reksa Dana Campuran

Investasi melalui reksa dana campuran dilakukan pada dua jenis efek, yaitu efek utang serta ekuitas. Sesuai dengan namanya, jenis reksa dana ini akan mengalokasikan dana investasi investor pada beberapa produk, yaitu saham, obligasi, serta pasar uang. Reksa dana ini cocok untuk investor yang memiliki tipe resio menengah hingga tinggi. Fluktuasi harga reksa dana campuran relatif tinggi karena manajer investasi juga akan mengalokasikan dana kelolaannya pada instrumen saham. Namun, investor akan mendapatkan persentasi keuntungan yang lebih tinggi dari jenis reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap. 

4. Reksa Dana Saham

Melalui reksa dana saham, dana investasi akan ditanamkan sedikitnya 80 persen pada efek bersifat ekuitas. Jenis ini memiliki tingkat risiko paling tinggi dibandingkan jenis lainnya.Tingginya resiko reksa dana jenis ini sebanding dengan tingginya persentase keuntungan yang nantinya akan di dapatkan investor saat ada kenaikan harga saham. Untuk itulah jenis reksa dana ini cocok bagi investor dengan tipe resiko tinggi. Mengingat tingginya reska dana saham, investor harus melakukan analisis terlebih dahulu sebelum menentukan manajer investasi pada jenis reksa dana ini. 

Cara Membeli Reksa Dana

Sebelum hendak melakukan investasi, Anda harus mengetahui beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya yaitu calon investor harus telah memiliki kartu identitas, boleh berupa KTP atau SIM, serta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Persyaratan ini harus dipenuhi agar calon investor dapat membuka rekening.

Untuk membeli reksa dana, Anda dapat melakukannya secara langsung melalui perusahaan manajer investasi terkait yang mengelola instrumen investasi ini. Selain itu, Anda juga bisa membeli reksa dana melalui bank selaku Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) ataupun APERD lainnya.

Sering dengan perkembangan teknologi, telah banyak platform yang dapat digunakan dalam bertransaksi reksa dana. Platform ini dapat mempermudah investor dalam proses pendaftaran hingga transaksi jual beli reksa dana. Investor juga dapat melakukan penarikan dana dengna mudah yang didapatkan dari hasil investasi di reksa dana. Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada reksa dana, pastikan Anda telah menentukan tujuan investasi yang ingin dicapai. 

Cara Memilih Reksa Dana yang Tepat

Agar dapat memilih reksa dana yang tepat, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk memilih reksa dana adalah sebagai berikut. 

  • Anda harus menentukan profil risiko serta tujuan investasi yang ingin dicapai. Sehingga, Anda dapat menetapkan reksa dana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Pilih agen yang telah mendapatkan izin serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini bermaksud agar aktivitas investasi Anda terhindar dari penipuan dan dalam keadaan aman
  • Baca dan pahami isi prospektus produk dari instrumen investasi tersebut. Prospektus merupakan informasi dan pernyataan tertulis mengenai penawaran umum reksa dana.
  • Riset profil dari manajer investasi yang termasuk ke dalam pilihan Anda. Untuk memahami profil manajer investasi terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan seperti: 1) asset under management (AUM), dan  2) profil tim investasi. 
  • Untuk meningkatkan kepercayaan anda, sebaiknya memilih manajer investasi yang masuk dalam urutan teratas baik dari segi AUM ataupun riwayat persentasi keuntungan

Kelebihan & Risiko Investasi Reksa Dana

Sebelum memilih reksa dana sebagai instrumen investasi, Anda perlu memahami kelebihan serta kemungkinan risiko yang harus dihadapi apabila menanamkan modal melalui instrumen investasi ini. Penjelasan lebih lanjut mengenai kelebihan serta risiko dalam melakukan investasi pada reksa dana adalah sebagai berikut.

Kelebihan

Investasi pada reksa dana adalah kegiatan penanaman modal yang sering dipilih oleh banyak orang karena beberapa kelebihannya. Kelebihan ini akan menjadi nilai tambah reksa dana sebagai instrumen investasi. Penjelasan mengenai keuntungan reksa dana adalah seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

  • Dikelola oleh manajer investasi yang sudah profesional serta memiliki akses informasi dan perdagangan surat berharga atau efek
  • Dana investasi Anda akan diterapkan diversifikasi oleh manajer investasi. Diversifikasi atau pembagian risiko pada reksa dana adalah penempatan modal pada beberapa instrumen investasi.
  • Dapat memudahkan investor yang masih awam atau baru terjun di dunia investasi untuk melakukan investasi dan memilih saham yang baik untuk dibeli pada pasar modal 
  • Lebih efisien dibandingkan instrumen investasi yang lain. Investor pada reksa dana tidak harus terus memantau kinerja investasinya tiap jam, karena hal ini sudah menjadi salah satu tanggung jawab manajer investasi yang telah profesional pada bidangnya
  • Nominal investasi pada reksa dana dapat dimulai dari modal kecil. Bahkan, ada beberapa manajer investasi yang menetapkan minimal modal untuk ditanamkan pada reksa dananya yaitu hanya sebesar Rp. 100 ribu saja.

Risiko

Sebagai salah satu instrumen investasi, reksa dana tidak terlepas dari risiko yang mungkin akan Anda temui sebagai investor. Adapun kemungkinan risiko dari reksa dana adalah sebagai berikut.

  • Keuntungan yang Anda dapatkan tidak dijamin. Hal ini merupakan risiko yang akan dihadapi oleh semua investor pada apapun jenis instrumen investasi pilihannya, termasuk reksa dana
  • Risiko likuiditas, dimana investor tidak dapat menjual aset reksa dananya kapan saja. Hal ini hanya berlaku untuk tipe reksa dana tertutup
  • Beberapa reksa dana cenderung rentan terhadap perubahan kondisi pasar
  • Adanya kemungkinan terjadi mismanajemen pengelolaan oleh manajer investasi. Apabila manajer investasi reksa dana terkait kurang berhasil mengelola portofolionya, Nilai Aktiva Bersih atau NAB per unit reksa dana tersebut berpotensi menurun dan investor dapat mengalami kerugian

Demikian informasi mengenai reksa dana yang dapat Inklusi Uang berikan. Semoga melalui artikel ini, Anda dapat lebih memahami bahwa reksa dana adalah instrumen yang dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk berinvestasi. Ikuti terus konten informatif yang faktual mengenai dunia finansial lainnya hanya di situs web Inklusi Uang.

QA

Investopedia. “Mutual Fund Definition

Otoritas Jasa Keuangan. “Reksa Dana

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Apa Itu Reksa Dana? Ini Cara Membeli, Kelebihan, & Risikonya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]

    Trending

    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]
    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]