1. Investasi

Perusahaan Efek: Pengertian dan Perannya pada Pasar Modal

Pasar modal merupakan tempat dimana terdapat aktivitas yang beroperasi secara terorganisir berkenaan dengan penawaran dan perdagangan surat-surat berharga dari suatu perusahaan. Maka dari itu, pelaku di dalam pasar modal ada banyak dan beragam demi berlangsungnya aktivitas perdagangan yang terorganisir. Perusahaan efek adalah salah satu pelaku di dalam pasar modal tersebut. 

Apabila Anda ingin mengetahui apa itu perusahaan efek dan bagaimana perannya di dalam pasar modal, langkah Anda untuk mengunjungi situs web Inklusi Uang merupakan hal yang tepat. Di artikel ini, Inklusi Uang akan memberikan informasi seputar perusahaan efek secara lengkap dan jelas. Anda dapat menyimak ulasan perusahaan efek selengkapnya di bawah ini.

Key Takeaways

  • Pengertian perusahaan efek adalah salah satu pihak di dalam pasar modal yang berperan sebagai perantara di dalam kegiatan transaksi jual beli efek dan telah mendapatkan izin dari badan atau lembaga yang berwenang.
  • Secara garis besar, ruang lingkup dari perusahaan efek adalah melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE atau broker-dealer), Penjamin Emisi Efek (PEE atau underwriter), serta Manajer Investasi (MI).
  • Agar dapat bekerja dengan baik, perusahaan efek memiliki struktur organisasi yang terdiri dari beberapa divisi. Biasanya, struktur divisi dari perusahaan efek adalah sales, underwriting & financing, trading, research & portfolio management, dan divisi administrasi.

Mengenal Apa Itu Perusahaan Efek

Pengertian perusahaan efek adalah salah satu pihak di dalam pasar modal yang berperan sebagai perantara di dalam kegiatan transaksi jual beli efek dan telah mendapatkan izin dari badan atau lembaga yang berwenang. Di Indonesia, badan pemberi izin perusahaan efek adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK).

Perusahaan efek adalah pihak yang memfasilitasi atau mewadahi kegiatan perdagangan efek untuk investor. Hal ini dikarenakan publik sebagai investor dalam pasar modal tidak dapat melakukan transaksi jual beli efek secara langsung yang ada di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI).

Secara garis besar, ruang lingkup dari perusahaan efek adalah melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE atau broker-dealer), Penjamin Emisi Efek (PEE atau underwriter), serta Manajer Investasi (MI).

Peran Perusahaan Efek Pada Pasar Modal

Peran dari perusahaan efek pada pasar modal dilakukan sesuai dengan ruang lingkupnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ruang lingkup dari perusahaan efek adalah Perantara Pedagang Efek (PPE), Penjamin Emisi Efek (PEE), dan Manajer Investasi (MI). Di dalam pasar modal, peran perusahaan efek adalah sebagai berikut.

Perantara Pedagang Efek (PPE)

Perantara pedagang efek yang diperankan oleh perusahaan efek yaitu dengan membuat kesepakatan melalui kontrak dengan emiten untuk melakukan transaksi jual beli efek yang dilakukan dalam rangka kepentingan perusahaan.

Penjamin Emisi Efek (PEE)

Peran penjamin emisi efek yang dilakukan oleh perusahaan efek adalah membantu calon emiten atau perusahaan terbuka dalam melakukan penawaran umum atau IPO.

Manajer Investasi (MI)

Perusahaan efek sebagai manajer investasi memiliki tugas mengelola portofolio efek dari nasabah berdasarkan kesepakatan serta ketentuan yang berlaku.

Struktur dan Bagaimana Perusahaan Efek Bekerja

Agar dapat bekerja dengan baik, perusahaan efek memiliki struktur organisasi yang terdiri dari beberapa divisi. Biasanya, struktur divisi dari perusahaan efek adalah sales, underwriting & financing, trading, research & portfolio management, dan divisi administrasi.

Divisi Sales

Bagian divisi sales biasanya memiliki jumlah karyawan yang cukup banyak. Divisi sales menjadi divisi pada perusahaan efek yang akan berinteraksi dengan investor atau nasabahnya. 

Divisi Underwriting & Financing

Divisi underwriting & financing merupakan divisi dalam perusahaan efek yang bekerja dengan mengkoordinir seluruh penerbitan efek atau surat berharga baru dari emiten. Selain itu, tim underwriting & financing bertugas menindaklanjuti penerbitan surat-surat berharga dalam pasar sekunder. 

Bagian divisi ini juga akan melakukan negosiasi dengan emiten atau perusahaan yang ingin menerbitkan sekuritasnya pada pasar modal. Nantinya, tim underwriting & financial akan menetapkan tipe sekuritas, harga, interest rate, dan lain sebagainya dari suatu efek. 

Divisi Trading

Cara kerja divisi trading dalam perusahaan efek yaitu dengan melakukan transaksi jual beli berbagai tipe sekuritas yang tersedia di pasar modal. Dengan kata lain, divisi ini akan memfokuskan ruang lingkupnya ke dalam perdagangan saham, obligasi, reksa dana, atau sekuritas lainnya dan mengeksekusi pesanan dari investor institusional ataupun investor ritel.

Divisi Research & Portfolio Management

Sesuai dengan namanya, divisi research & portfolio management merupakan divisi yang bertugas melakukan analisis terhadap sekuritas serta mengelola portofolio efek milih nasabah. 

Informasi yang didapatkan oleh divisi ini sangat diperlukan dan menjadi fundamental perusahaan efek dalam melakukan perannya dalam pasar modal, seperti untuk menetapkan harga efek, penerbitan efek baru, maupun transaksi jual beli efek.

Divisi Administrasi

Struktur organisasi terakhir dan yang paling penting dalam suatu perusahaan, khususnya perusahaan efek, yaitu divisi administrasi. Divisi ini merupakan bagian vital di dalam organisasi suatu perusahaan, tidak terkecuali dengan perusahaan efek. Bagian administrasi ini akan mengelola dokumen serta akuntansi untuk semua transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terkait. 

Contoh Perusahaan Efek

Apabila ingin melakukan transaksi jual beli efek, Anda dapat memilih perusahaan efek terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan telah mendapatkan izin dari OJK serta Bapepam LK. Di Indonesia, perusahaan efek atau perusahaan sekuritas ada bermacam-macam. Adapun contoh perusahaan efek adalah sebagai berikut.

1. Indo Premier Sekuritas

2. Mirae Asset Sekuritas Indonesia

3. BNI Sekuritas

4. Mandiri Sekuritas

5. Ajaib Sekuritas Asia

6. Bahana Sekuritas

7. Anugerah Sekuritas Indonesia

8. Danareksa

9. BCA Sekuritas

10. CGS-CIMB Indonesia

Baca juga: Bank Kustodian: Pengertian, Tugas, & Contohnya

Demikian ulasan mengenai perusahaan efek yang dapat Inklusi Uang sampaikan di kesempatan kali ini. Seperti yang telah dijelaskan di atas, perusahaan efek adalah pihak yang turut serta dalam kegiatan perdagangan efek sehingga memiliki peran penting di dalam pasar modal. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Anda mengenai pasar modal.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Perusahaan Efek: Pengertian dan Perannya pada Pasar Modal

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Aset tidak berwujud adalah aset yang tidak memiliki wujud fisik tetapi masih dapat dilihat dan diidentifikasi. Meskipun tidak memiliki bentuk fisik, aset tak berwujud masih dapat menghasilkan pendapatan. Bagi sebuah perusahaan, aset tak berwujud pun bisa mendatangkan keuntungan dalam jangka panjang. Agar dapat memahami aset tidak berwujud lebih mendalam, mari simak informasi selengkapnya di bawah […]
    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]

    Trending

    Influencer bukan hanya berasal dari bidang fashion, beauty, dan lifestyle saja. Namun, saat ini banyak bermunculan content creator atau influencer dibidang keuangan. Mereka kerap membuat konten yang rata-rata berupa edukasi soal financial.  Hadirnya, para influencer keuangan ini, juga menjadi salah satu cara mudah untuk mengedukasi soal keuangan kepada masyarakat. Penjelasan, lengkapnya tinggal scroll artikel ini […]
    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]