1. Investasi

Mengenal 7 Metode Penilaian Investasi, Definisi Beserta Fungsinya

Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi. 

Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, setiap metode penilaian investasi mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Simak penjelasannya berikut!

Pengertian Metode Penilaian Investasi

Pengertian Metode Penilaian Investasi
Pengertian Metode Penilaian Investasi

Sebelum membahas lebih jauh, mari membahas pengertiannya terlebih dahulu. Melansir pintu, metode penilaian investasi merupakan suatu upaya berbentuk analisis untuk menilai potensi atau kelayakan sebuah investasi yang hendak Anda lakukan. Secara teknis, ada beberapa faktor yang bisa Anda gunakan sebagai acuannya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan metode penilaian investasi antara lain cashflow yang lancar, pertimbangan beban biaya, jangka waktu, resiko investasi, komitmen pemilik bisnis, dan sebagainya. 

Fungsi Metode Penilaian Investasi

Adapun fungsi metode penilaian investasi yang sebaiknya para investor ketahui, antara lain:

Fungsi Metode Penilaian
Fungsi Metode Penilaian

Mengetahui Prospek Sebuah Perusahaan

Perusahaan atau emiten yang berkualitas akan memiliki rekam jejak perkembangan perusahaan yang bagus. Mengutip dari ruangmenyala, pertimbangan yang mesti dilakukan oleh investor seperti analisa fundamental berdasarkan laporan keuangan perusahaan serta analisa teknikal berdasarkan pergerakan saham dalam kurun waktu tertentu. 

Tak hanya itu, perlu adanya kejelian saat memilih saham berdasarkan laba perusahaan. Lalu, pilih yang berlikuiditas tinggi serta hitung potensi kerugian dan keuntungan dari perusahaan tersebut. 

Menilai Profitabilitas atau Keuntungan Investasi

Salah satu tujuan investasi adalah mendapatkan keuntungan dari saham. Nah, seberapa besar profitabilitas ini dapat Anda prediksi dengan melihat profil dan kinerja suatu perusahaan atau emiten serta analisa fundamental berdasarkan metode penilaian investasi sehingga para investor dapat terhindar dari resiko kerugian yang besar. 

Metode Penilaian Investasi

Nah langsung saja kita memahami berbagai metode penilaian investasi yang kerap para Investor gunakan sebelum membeli saham, antara lain: 

Net Present Value (NPV)

Pertama ada Net Present Value (NPV). Metode perhitungan ini digunakan untuk menilai rasio atau perbandingan antara nilai dari kas masuk dengan kas keluar dalam jangka waktu tertentu. Selanjutnya, perencanaan investasi memakai NPV dapat melihat potensi keuntungan dan kerugian dengan jelas.

Nah, untuk melihat potensi bisnis yang dikembangkan, maka kita perlu memakai rumus matematis untuk menghitungnya secara konkret.

Rumus Net Present Value (NPV)

NPV = \displaystyle\sum_{t=1}^t \frac{Rt}{(1+t)^{t}}

Keterangan:

NPV = Net Present Value

Rt = Arus kas bersih (masuk & keluar) selama periode (t)

i = Suku bunga (%)

t = jangka waktu dalam berinvestasi

Nilai NPV terbagi menjadi dua yaitu positif dan negatif. Angka NPV negatif, menunjukkan bahwa bisnis tidak potensial untuk dijalankan karena akan mendatangkan kerugian. Namun lain halnya jika ia bernilai positif. Bisnis tersebut layak untuk dijalankan karena mendatangkan keuntungan. 

Namun, kekurangan dari penggunaan metode penilaian investasi ini adalah sangat bergantung pada spekulasi dan perkiraan. Hal ini dapat diantisipasi dengan cara mengantisipasi kesalahan analisis. Selanjutnya, proyek bisnis memiliki pengeluaran tak terduga, sehingga perlu adanya pengaturan keuangan dalam mengantisipasi biaya yang tidak terduga.

Baca Juga : Panduan Cara Tebus Right Issue: Investasi Lebih Cerdas

Internal Rate of Return (IRR)

Metode penilaian investasi selanjutnya adalah Internal Rate of Return (IRR). Prinsip dari metode ini adalah memperhitungkan keuntungan atau profitabilitas dalam suatu investasi yang sedang berlangsung. 

Selanjutnya, IRR berdasarkan perhitungan tingkatan bunga dari investasi NPV dari cash flow sekarang dengan NPV dari perhitungan cash flow mendatang. Nilai IRR tinggi akan menghasilkan keuntungan sementara itu nilai IRR yang kecil akan menunjukkan kerugian.

Rumus Internal Rate Of Return (IRR)

0 = NPV = \displaystyle\sum_{t=1}^t \frac{Rt}{(1+t)^{t}}C_0

Keterangan:

IRR =  Internal Rate of Return

NPV = nilai bersih (netto) masa sekarang

Ct = Arus kas masuk netto selama periode investasi (t)

C0 = Modal awal investasi 

T = Periode investasi

Average Rate of Return (ARR)

Metode penilaian investasi berikutnya adalah financial statement. Cara ini untuk mengukur besar kecilnya keuntungan bersih per tahun rata-rata dalam suatu investasi. Tujuan metode analisa ini yaitu memberikan gambaran terkait potensi imbal hasil dari investasi. 

Average Rate of Return juga dikenal dengan sebutan financial statement. Nilai ARR dapat diperoleh dengan cara membagi nilai pajak terhadap investasi rata-rata, sehingga didapatkan persentase laba rata-rata. 

Lebih tepatnya pengukuran ARR berasal dari laba perusahaan, bukan dari arus kas masuk dalam perusahaan tersebut. Jika nilai ARR lebih besar, maka para investor akan mendapatkan profit. Sebaliknya, jika nilainya kecil maka para investor akan mendapatkan kerugian.

Kelebihan dari metode ARR antara lain data akuntansi tersedia, investasi baru tidak berpengaruh terhadap laba perusahaan dan cukup sederhana yakni dengan melihat laporan keuangan perusahaan.

Namun kekurangannya perlu Anda perhatikan, seperti mengabaikan nilai waktu dari uang, pendekatan jangka pendek serta terlalu memfokuskan pada nominal laba dari produk perusahaan. 

Rumus Average Rate of Return (ARR)

ARR = \frac{\textrm{laba bersih tahunan (rata-rata)}}{\textrm{investasi awal}} x 100%

Baca Juga: Memahami Apa itu High Risk High Return dalam Investasi

Return of Investment (ROI)

Metode penilaian investasi selanjutnya adalah Return of Investment. Metode ini akan menghitung profit dengan cara membagi pendapatan dari nominal investasi. Perhitungan ROI digunakan untuk melakukan evaluasi efisiensi terhadap penggunaan modal, produksi dan penjualan. Jadi dengan kata lain, ia mengkalkulasi jumlah nominal return atau pengembalian dari total biaya penanaman modal. 

Kelebihan analisa bisnis ini antara lain mengetahui secara pasti efisiensi penggunaan modal perusahaan, mengukur efisiensi dari tindakan yang dilakukan dari suatu divisi dan mampu mengurangi investasi dalam penggunaan aset yang berlebihan. Selain itu, data ROI berfungsi sebagai kontrol dan dasar pengambilan keputusan untuk pengadaan ekspansi perusahaan. 

Rumus Return of Investment (ROI)

ROI = (Nilai saat ini – nilai asli) x 100%

Index Profitability (PI)

Metode investasi nilai selanjutnya adalah Profitability Index (PI). Analisa ini mengacu pada perbandingan nilai arus kas di masa depan dengan nilai pengeluaran investasi pada zaman sekarang. Profitability Index dikenal sebagai rasio laba investasi dan rasio laba nilai. 

Para investor akan mendapatkan keuntungan jika nilai profitability index lebih besar daripada satu. Sebaliknya, jika nilai yang didapat kurang dari satu maka mereka akan mengalami loss atau kerugian. 

Kelebihannya sebagai metode penilaian investasi adalah memberikan informasi terperinci mengenai  persentase arus kas di masa mendatang dengan aliran kas awal, cara ini juga memperhitungkan biaya modal dan semua arus kas. Tak hanya itu, PI juga memperhatikan nilai waktu dari uang. 

Nah, kekurangannya yang perlu Anda ketahui antara lain  membutuhkan biaya modal, tidak memberitahukan mengenai return dari investasi serta tidak mengetahui informasi tentang resiko menanam modal.

Rumus Indeks Profitability (PI)

Indeks Profitability = \frac{\textrm{nilai sekarang pada arus kas di masa depan}}{\textrm{investasi awal}}

Payback Period (PP)

Selanjutnya adalah metode penilaian investasi bernama Payback Period (PP). Metode ini untuk mengetahui kapan waktu kembali dana investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan seperti awal mula penanaman modal. Analisis ini akan mengetahui titik impas atau BEP (Break Even Point). Selain itu, jumlah arus kas masuk dengan arus kas keluar dihitung sebagaimana mestinya. Maka, hasil Payback Period akan menunjukkan periode pengembaliannya. Apabila iya lebih cepat, maka penanaman modal pada perusahaan tersebut adalah keputusan yang baik.

Keuntungan metode penilaian investasi ini adalah dapat mengetahui tenor atau kapan lamanya dana investasi akan kembali. Informasi Break Even Point yang jelas dan menjadi dasar keputusan dalam mengatasi resiko. Namun, kekurangan dari metode penilaian investasi antara lain mengabaikan proceeds dan tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang (value of money)

Discount Payback Period  (DPB)

Selanjutnya adalah metode penilaian investasi dengan cara Discount Payback Period. Cara ini berjalan dengan cara menambahkan nilai arus kas setiap masuk setiap tahun (annual) hingga tercapai nominal nilai penanaman modal awal. Kelebihan metode ini adalah mempertimbangkan risiko yang mungkin muncul pada arus kas di masa mendatang. Namun kekurangannya adalah mengabaikan nilai waktu dari uang. Uang yang diterima mempunyai nilai lebih cepat daripada nanti. 

Kesimpulan

Metode penilaian investasi ada berbagai macam dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Metode tersebut penting untuk diketahui seorang investor yang ingin mendapatkan profit akan  sebuah produk perusahaan nantinya. Tak hanya itu, fungsi lainnya adalah mengetahui prospek perkembangan perusahaan yang diharapkan tidak ada kendala yang berarti saat proses penanaman modal berlangsung.

Nah, kita sampai pada akhir pembahasan. Bagaimana Anda sudah paham, bukanDemikian penjelasannya dan semoga bermanfaat ya!

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal 7 Metode Penilaian Investasi, Definisi Beserta Fungsinya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]

    Trending

    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]
    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]