1. Investasi

Pengertian LQ45, Kriteria, dan Daftar Indeks Saham Populer

Bagi pemula yang baru terjun ke dunia saham maka istilah saham lq45 adalah hal yang masih asing. Namun, tidak hanya bagi yang ingin belajar mengenai investasi saja yang harus mengetahui pengertian saham LQ45, semua kalangan pebisnis dan masyarakat pun harus mengetahuinya. Apa itu saham LQ45 dan bagaimana saham-saham dapat masuk ke dalam kategori ini? Mari kita bahas satu persatu. 

KEY TAKEWAYS

  • Saham LQ45 adalah saham yang memiliki peringkat paling atas berdasarkan kapitalisasi pasar setidaknya selama 1 tahun belakangan.
  • Indeks LQ45 adalah saham terbaik yang ada di pasar modal dam terdiri dari 45 emiten yang ditinjau dari likuiditasnya
  • Tujuan Indeks lq45 adalah sebagai pelengkap IHSG serta memberikan informasi dan saran objektif bagi analisis investor dalam membantu pergerakan harga saham. 

Apa itu Saham LQ45?

Saham LQ45 adalah saham yang dihitung dengan metode penggabungan dari 45 saham yang dinilai dan diseleksi melalui beberapa kriteria yang telah ditetapkan dari pasar saham. 

Saham yang akan masuk ke dalam saham LQ45 akan dipantau aktivitasnya secara reguler. Analisis volume, nilai, dan jumlah transaksi akan menjadi kriteria penilaian utama. Pada dasarnya, saham LQ45 adalah saham yang memiliki peringkat paling atas berdasarkan kapitalisasi pasar setidaknya selama 1 tahun belakangan. Indeks dari 45 saham ini akan disesuaikan jumlahnya setiap enam bulan sekali.

Indeks saham lq45 pertama kali digunakan pada bulan Februari 1997. Namun berdasarkan data sejarah, indeks saham LQ45 diluncurkan pada 13 Juli 1994 dengan nilai indeks 100. 

Kriteria Saham LQ45

Saham LQ45 wajib memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh pasar saham. Beberapa hal utama yang menjadi pengukuran penilaian akan dipantau secara signifikan pada nilai transaksinya di pasar reguler. 

Pada bulan Januari 2005, di hari perdagangan saham serta frekuensi transaksi saham akan menjadi ukuran melihat likuiditasnya. Berikut adalah kriteria saham yang dapat masuk ke dalam gabungan saham LQ45 adalah:

1. Saham memiliki kondisi keuangan yang baik dan memiliki prospek pertumbuhan nilai transaksi yang tinggi.

2. Sudah berada di BEI selama 3 bulan.

3. Masuk ke dalam 60 saham dengan kapitalisasi tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

4. Tercatat ke dalam gabungan saham yang mengacu pada nilai transaksi pada pasar reguler selama 1 tahun. 

Untuk mendapatkan ke-45 saham teratas, maka 15 saham lainnya akan dinilai menggunakan kriteria tambahan berdasarkan transaksi serta frekuensi saham kapitalisasi pasar. Bagaimana cara memilih 15 saham lainnya? Berikut adalah penjelasannya. 

1. 25 dari 30 saham akan menjadi kriteria tambahan.

2. 25 dari 20 saham terpilih akan diseleksi berdasarkan transaksi hingga terdapat 20 saham. 

3. Sisa 20 saham akan diseleksi menjadi 25 dengan menggunakan seleksi kapitalisasi pasar. 

Perbedaan Saham Blue Chip dan LQ45

Saham blue chip dan LQ45 terkadang masih membuat investor bingung karena kedua saham tersebut mengacu pada saham yang bagus. Berdasarkan pengertiannya saham blue chip adalah saham perusahaan yang memiliki kondisi keuangan yang stabil dan telah beroperasi dalam jangka waktu yang lama. 

Biasanya saham blue chip sering membagikan dividen kepada investornya. Saham blue chip juga masuk ke dalam saham populer dan tergolong paling mahal. Beberapa kriteria blue chip adalah menjadi pimpinan di sektor industrinya, nilai kapitalisasi yang besar, perusahaan stabil, sudah berada di BEI sejak lama, serta konsisten membagikan dividen.

Sedangkan indeks LQ45 adalah saham terbaik yang ada di pasar modal dam terdiri dari 45 emiten yang ditinjau dari likuiditasnya. Tujuan Indeks lq45 adalah sebagai pelengkap IHSG serta memberikan informasi dan saran objektif bagi analisis investor dalam membantu pergerakan harga saham. 

Perbedaan IHSG dan LQ45

Selain indeks lq45 dan blue yang membingungkan, banyak juga investor yang masih belum paham apa itu IHSG dan saham LQ45. 

IHSG adalah indeks harga saham gabungan yang menjadi alat ukur kinjerja semua harga saham yang tercatat di Papan Pengembangan BEI. Pergerakan keseluruhan saham-saham akan menjadi acuan utama untuk menggambarkan kinerja dan keadaan pasar modal. 

Singkatnya IHSG merupakan indeks saham yang menjadi perhatian para investor. Selain IHSG, indeks lainnya yang sering diperhatikan adalah indeks LQ45 yang lebih detail dalam memberikan informasi mengenai analisis keuangan, manajer investasi, dan pergerakan aktif saham setiap hari. Bedanya dengan IHSG dan LQ45 adalah pengukurannya. Indeks LQ45 adalah indeks yang hanya mengukur kinerja 45 saham dengan likuiditas tertinggi.

Daftar Indeks Saham LQ45 Periode Februari-Juli

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan sejumlah indeks saham pada periode Februari-Juli 2022. Evaluasi mayor berlaku pada semua indeks dengan nilai kapitalisasi paling likuid selama enam bulan ke depan. 

Ada beberapa saham yang keluar dari list saham LQ45 yang diumumkan oleh BEI pada 25 Januari 2022.. Berikut adalah saham yang keluar dari saham LQ45 adalah sebagai berikut:

  1. PT Harum Energy Tbk (HRUM)
  2. PT Waskita Karya Tbk (WSKT)
  3. PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN)
  4. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
  5. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK)

Berikut adalah daftar saham LQ45 yang mulai berlaku sejak bulan Februari 2022:

  1. ADRO
  2. AMRT
  3. ANTM
  4. ASII
  5. BBCA
  6. BBNI
  7. BBRI
  8. BBTN
  9. BFIN
  10. BMRI
  11. BRPT
  12. BUKA
  13. CPIN
  14. EMTK
  15. ERAA
  16. EXCL
  17. GGRM
  18. HMSP
  19. HRUM
  20. ICBP
  21. INCO
  22. INDF
  23. INKP
  24. INTP
  25. ITMG
  26. JPFA
  27. KLBF
  28. MDKA
  29. MEDC
  30. MIKA
  31. MNCN
  32. PGAS
  33. PTBA
  34. PTPP
  35. SMGR
  36. TBIG
  37. TINS
  38. TKIM
  39. TLKM
  40. TOWR
  41. TOIA
  42. UNTR
  43. UNVR
  44. WIKA
  45. WSKT

Itu tadi informasi lengkap mengenai pengertian LQ45, kriteria, serta daftar saham yang masuk ke dalam LQ45. Saham LQ45 adalah salah satu hal yang pertimbangan investor karena memiliki nilai kapitalisasi dan likuiditas paling tinggi. Semoga informasi ini membantu Anda untuk memahami istilah dalam dunia saham. 

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Pengertian LQ45, Kriteria, dan Daftar Indeks Saham Populer

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]

    Trending

    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]
    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]