1. Investasi

KSEI: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya di Pasar Modal

Investasi menjadi suatu kegiatan ekonomi yang umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia salah satunya melalui pasar modal. Di pasar modal, ada beberapa lembaga yang memiliki peran penting dalam berjalannya kegiatan investasi tersebut. Salah satu lembaganya yaitu KSEI. KSEI adalah lembaga yang berfungsi melindungi investor dari transaksi investasi yang berlangsung di pasar modal.

Lantas, apa itu KSEI sebenarnya? Dan, bagaimana cara KSEI bekerja di dalam pasar modal? Melalui artikel kali ini, Inklusi Uang akan memberikan informasi lengkap mengenai KSEI untuk Anda. Informasi tersebut diantaranya yaitu pengertian, cara kerja, fungsi, hingga layanan yang diberikan oleh KSEI. Simak informasi mengenai KSEI selengkapnya melalui pembahasan di bawah ini.

Key Takeaways

  1. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau yang biasa disingkat dengan KSEI adalah Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) pada Pasar Modal Indonesia.
  2. Pemegang saham KSEI adalah terdiri dari beberapa perusahaan. Perusahaan tersebut diantaranya yaitu 2 SRO atau Self Regulatory Organization, 2 Biro Administrasi Efek, 8 Bank Kustodian, serta 22 Perusahaan Efek.
  3. KPEI merupakan lembaga yang memiliki ruang lingkup berupa kegiatan kliring serta penjaminan kliring. Sedangkan, KSEI merupakan lembaga yang memberikan jasa kustodian sentral serta penyelesaian transaksi surat berharga atau efek secara wajar, teratur, dan efisien.

Apa itu KSEI?

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau yang biasa disingkat dengan KSEI adalah Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) pada Pasar Modal Indonesia. Lembaga ini menyediakan layanan dan jasa kustodian sentral serta penyelesaian transaksi surat berharga atau efek dengan teratur, wajar, dan efisien. Hal tersebut juga telah diatur di Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 mengenai Pasar Modal.

KSEI adalah lembaga pada pasar modal yang bertindak sebagai regulator. Lebih jelasnya, PT KSEI adalah lembaga yang menjalankan kewenangan penerapan regulasi di pasar modal atau biasa dikenal dengan Self Regulatory Organization (SRO), bersama dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Cara Kerja KSEI

KSEI akan membuat kegiatan investasi menjadi lebih terintegrasi untuk setiap transaksinya. Sebagai lembaga penting, KSEI menjadi tempat investor untuk menyimpan seluruh aset investasi yang dimiliki agar tetap aman. Dengan demikian, cara kerja KSEI dilakukan melalui beberapa tahap. Adapun tahap-tahapnya yaitu sebagai berikut.

Pembukaan Rekening Efek

Pembukaan rekening efek dilakukan oleh pialang atau broker untuk investor. Tahap pertama ini perlu dilakukan oleh investor untuk mempermudah proses transaksi dan investasi kedepannya. 

Pembuatan RDN serta Sub Rekening

RDN dan sub rekening milik investor ini nantinya akan ditandai dengan SID atau Single Investor Identification yang disediakan pada layanan KSEI. Hal tersebut berfungsi sebagai identitas tunggal yang harus dimiliki oleh setiap investor.

Kepemilikan Saham dan Dana

Kepemilikan saham akan disimpan dalam sub rekening pribadi milik investor sehingga efek yang dimiliki investor tidak terikat lagi oleh broker. Sedangkan, kepemilikan dana nantinya akan dimutasikan lewat RDN yang dimiliki oleh investor.

Daftar Pemegang Saham KSEI

Pemegang saham KSEI adalah terdiri dari beberapa perusahaan. Perusahaan tersebut diantaranya yaitu 2 SRO atau Self Regulatory Organization, 2 Biro Administrasi Efek, 8 Bank Kustodian, serta 22 Perusahaan Efek. 

Self Regulatory Organization

2 SRO yang memegang saham KSEI adalah PT Bursa Efek Indonesia dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia. Saham KSEI yang dipegang oleh kedua SRO ini berjumlah 35,5 persen dengan pembagian PT BEI sebesar 23 persen dan PT KPEI sebesar 12,5 persen.

Biro Administrasi Efek

Biro Administrasi Efek merupakan pihak yang melakukan pencatatan pemilikan serta hak yang berkaitan dengan surat berharga atau efek. Biro Administrasi Efek yang turut memegang saham KSEI adalah PT Dharmayasa Adisejahtera sebanyak 1 persen dan PT Sinartama Gunita sebanyak 1 persen. 

Bank Kustodian

Saham KSEI yang terbagi pada 8 bank kustodian ini adalah yang terbesar diantara perusahaan pemegang saham KSEI lainnya dengan total sebesar 35 persen. Adapun daftar bank kustodian pemegang saham KSEI adalah sebagai berikut.

Nama Pemegang SahamPersentase Kepemilikan (%)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk10
Citibank N.A5
Deutsche Bank A.G5
PT Bank HSBC Indonesia5
Standard Chartered Bank5
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk3
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk1
PT Bank Permata Tbk1
8 bank kustodian pemegang saham KSEI terbesar

Perusahaan Efek

Saham KSEI yang terbagi pada perusahaan efek memiliki total persentase sebesar 27,5 persen. Daftar 22 perusahaan efek yang memegang saham KSEI adalah sebagai berikut.

Nama Pemegang SahamPersentase Kepemilikan (%)
PT Wanteg Sekuritas2,5
PT Sinarmas Sekuritas2
PT UBS Sekuritas Indonesia2
PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia2
PT BNI Sekuritas1,5
PT Bahana Sekuritas1,25
PT BRI Danareksa Sekuritas1,25
PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia1
PT MNC Sekuritas1
PT Ciptadana Sekuritas Asia1
PT Amantara Sekuritas Indonesia1
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk1
PT Panin Sekuritas Indonesia Tbk1
PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk1
PT Makindo Sekuritas1
PT Nikko Sekuritas Indonesia1
PT Nomura Sekuritas Indonesia1
PT Macquarie Sekuritas Indonesia1
PT Kresna Sekuritas1
PT JP Morgan Sekuritas Indonesia1
PT KGI Sekuritas Indonesia1
PT HSBC Sekuritas Indonesia1
Daftar perusahaan efek yang memegang saham KSEI

Layanan yang Diberikan KSEI

Untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai kustodian sentral, KSEI memberikan beberapa layanan dan jasa. Dengan beberapa layanan tersebut, investor akan merasa aman untuk melakukan transaksi di pasar modal. Adapun layanan yang diberikan oleh KSEI adalah sebagai berikut.

Jasa Pengelolaan Aset

4 jasa yang ditawarkan pada layanan ini diantaranya pendaftaran pembukaan rekening efek, penutupan pemegang rekening, perubahan data pemegang rekening, serta pemblokiran atau lepas blokir untuk pemegang rekening 

Jasa Penyelesaian Transaksi

Layanan penyelesaian transaksi oleh KSEI ini dibagi menjadi 2, yaitu penyelesaian transaksi bursa dan penyelesaian transaksi di luar bursa. 

Penyelesaian transaksi bursa terbagi pada 3 pasar, yaitu pasar reguler dengan tanggal penyelesaian T+2, Pasar Tunai dengan tanggal penyelesaian T+0, dan Pasar Negosiasi dengan tanggal penyelesaian berdasarkan kesepakatan antara penjual dengan pembeli. Sedangkan, penyelesaian transaksi di luar bursa dilakukan dengan pemindahbukuan efek dan dana antar rekening efek pada KSEI.

Jasa Kustodian Sentral

3 jasa yang ditawarkan diantaranya yaitu deposit atau penyetoran efek dan dana, penarikan surat berharga dari bentuk elektronik ke bentuk sertifikat efek, serta rekonsiliasi dana atau efek.

Jasa Aksi Korporasi

Tindakan korporasi yang dapat dilakukan oleh KSEI dibagi menjadi 2, yaitu tindakan korporasi wajib serta tindakan korporasi sukarela. 

Tindakan Korporasi wajib diantaranya yaitu pembayaran bunga obligasi, pembayaran pokok obligasi, dividen tunai, dividen saham, distribusi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), saham bonus, distribusi waran, serta mandatory conversion. Sedangkan, tindakan korporasi sukarela diantaranya yaitu pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan waran, serta proxy voting.

Jasa Penyedia Infrastruktur Investasi

KSEI juga menyediakan sarana terintegrasi untuk transaksi pengelolaan kegiatan investasi. Salah satu contohnya yaitu produk reksa dana yang dikelola dengan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST). Sistem tersebut bertujuan untuk meningkatkan standardisasi,, efisiensi, serta pengawasan secara real time pada aktivitas pengelolaan investasi.

Jasa Lainnya

Jasa lainnya yang disediakan oleh KSEI adalah Initial Public Offering (IPO) serta penawaran tender.

Fungsi AKSes KSEI bagi Investor

AKSes KSEI adalah sarana untuk mengakses informasi yang disediakan oleh KSEI melalui jaringan internet untuk investor agar dapat mengawasi efek miliknya yang telah tersimpan di Sub Rekening Efek dari KSEI. Fungsi AKSes KSEI bagi investor diantaranya yaitu:

  • Efek dan mutasinya dapat diakses secara real time oleh investor yang memilikinya hingga 30 hari terakhir
  • Memudahkan investor untuk melakukan rekapitulasi laporan portofolio aset miliknya yang tersebar pada beberapa Bank Kustodian atau Perusahaan Efek
  • Membuat investor merasa nyaman dan aman dalam melakukan investasi pada pasar modal karena dapat diawasi secara langsung melalui fasilitas ini

Perbedaan KSEI dan KPEI

KPEI dan KSEI adalah dua dari tiga lembaga yang mengatur dan menjalankan regulasi di Pasar Modal Indonesia. Maka dari itu, banyak orang awam yang sulit membedakan KPEI dan KSEI.

Perbedaannya, KPEI merupakan lembaga yang memiliki ruang lingkup berupa kegiatan kliring serta penjaminan kliring. Sedangkan, KSEI merupakan lembaga yang memberikan jasa kustodian sentral serta penyelesaian transaksi surat berharga atau efek secara wajar, teratur, dan efisien.

Kinerja KSEI di Tahun 2021

Kinerja KSEI di tahun 2021 terbilang cukup gemilang. Pasalnya, KSEI di tahun 2021 meraih predikat sebagai Kustodian Sentral Terbaik di Asia Tenggara serta sebagai sub registry terbaik. 

Selain itu, jumlah investor juga meningkat pesat. Jumlah investor saham tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 103,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan, jumlah investor pasar modal secara keseluruhan tahun 2021 naik sebesar 92,99 persen dari tahun sebelumnya.

KSEI bahkan meraih sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan sebagai upaya memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG). Sertifikasi ini dilakukan pada tanggal 2 dan 3 Desember 2021 oleh PT SGS Indonesia dan KSEI dinyatakan berhak mendapatkan sertifikasi ISO 37001:2016.

Demikian pembahasan mengenai KSEI yang dapat Inklusi Uang berikan di kesempatan kali ini. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, KSEI adalah lembaga yang memiliki peran penting di dalam pasar modal. Oleh karena itu, Anda sebagai investor harus mengetahui apa itu KSEI sebelum ingin mulai berinvestasi di pasar modal. Jangan lupa ikuti terus laman web Inklusi Uang untuk mendapatkan informasi seputar finansial lainnya.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: KSEI: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya di Pasar Modal

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]

    Trending

    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]
    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]