1. Ekonomi Bisnis

Intangible Asset: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

Suatu perusahaan biasanya memiliki berbagai macam jenis aset dalam menjalankan bisnisnya. Aset yang umum dikenal oleh orang awam diantaranya yaitu gedung, peralatan, mesin, dan barang lain yang memiliki wujud. Selain barang yang memiliki wujud fisik, ternyata aset juga ada yang tidak memiliki wujud fisik. Intangible asset adalah sebutan untuk jenis aset tidak berwujud.

Di kesempatan kali ini, Inklusi Uang akan menjelaskan informasi seputar aset tak berwujud. Adapun bahasan mengenai aset tak berwujud yang akan Anda ketahui melalui artikel ini diantaranya yaitu mulai dari pengertian intangible asset, karakteristik, contoh hingga perbedaannya dengan tangible asset. Simak informasi intangible asset selengkapnya di bawah ini.

Key Takeaways

  • Intangible asset adalah jenis aset, baik yang dimiliki oleh perseorangan maupun oleh suatu badan usaha, namun tidak memiliki wujud fisik.
  • Aset keuangan, seperti saham atau obligasi, tidak termasuk ke dalam intangible asset walaupun tidak memiliki wujud fisik. Hal tersebut dikarenakan nilai dari aset keuangan diperoleh dari klaim kontraktual.
  • Berdasarkan tipenya, intangible asset dibagi kembali menjadi 2 jenis, yaitu identifiable intangible asset dan unidentifiable intangible asset.
  • Aset yang termasuk ke dalam kategori intangible asset adalah hak paten, hak cipta, hak merek dagang, goodwill, dan masih banyak lagi.

Apa Itu Intangible Asset?

Sebenarnya, apa itu intangible asset? Intangible asset adalah jenis aset, baik yang dimiliki oleh perseorangan maupun oleh suatu badan usaha, namun tidak memiliki wujud fisik. Walau demikian, intangible asset adalah tipe aset yang tetap dapat memberikan pemasukan untuk pemiliknya di masa depan, seperti hak paten atau hak cipta.

Intangible asset ini dapat dibuat atau diperoleh oleh suatu usaha bisnis. Ada beberapa proses yang perlu dilalui apabila sebuah perusahaan hendak memiliki aset tak berwujud. Proses tersebut diantaranya yaitu mengajukan permohonan hak paten, menyewa tenaga kerja bagian hukum seperti pengacara, dan lain sebagainya.

Aset keuangan, seperti saham atau obligasi, tidak termasuk ke dalam intangible asset walaupun tidak memiliki wujud fisik. Hal tersebut dikarenakan nilai dari aset keuangan diperoleh dari klaim kontraktual.

Jenis Intangible Asset

Berdasarkan tipenya, intangible asset dibagi kembali menjadi 2 jenis, yaitu identifiable intangible asset dan unidentifiable intangible asset. Penjelasan kedua jenis intangible asset tersebut yaitu sebagai berikut.

Identifiable Intangible Asset

Jenis identifiable intangible asset yaitu aset yang dapat dipisahkan dari aset lainnya dan dapat diperjualbelikan oleh perusahaan. Contoh dari identifiable intangible asset adalah kekayaan intelektual, hak paten, hak cipta, merek dagang, dan lain sebagainya.

Unidentifiable Intangible Asset

Unidentifiable intangible asset adalah tipe aset tak berwujud yang tidak bisa dipisahkan oleh perusahaan secara fisik. Salah satu contoh unidentifiable intangible asset yaitu goodwill.

Karakteristik Intangible Asset

Sesuai dengan pengertiannya, intangible asset adalah aset yang memiliki karakteristik utama yaitu tidak memiliki wujud fisik. Selain tidak memiliki wujud fisik, intangible asset juga dapat diidentifikasi berdasarkan beberapa karakteristik lainnya. Karakteristik lain dari intangible asset adalah sebagai berikut.

  • Nilai aset didapatkan dari hak atau keistimewaan yang diberikan kepada perusahaan yang menggunakan aset tersebut
  • Tidak termasuk instrumen aset keuangan karena nilainya dari klaim dengan menerima kas bukan klaim kontraktual
  • Asetnya bersifat jangka panjang dan merupakan subjek amortisasi
  • Umur ekonomisnya tidak ditentukan
  • Digunakan pada operasional bisnis usaha secara tidak langsung

Contoh Intangible Asset

Aset yang termasuk ke dalam kategori intangible asset adalah hak paten, hak cipta, hak merek dagang, goodwill, dan masih banyak lagi. Penjelasan beberapa contoh dari intangible asset adalah sebagai berikut.

1. Hak Paten

Hak paten merupakan aset yang diberikan kepada pihak yang telah menemukan hal baru berupa konsep untuk memproduksi, menjual, hingga mengawasi suatu penemuan dalam jangka waktu tertentu. Umur hak paten ini bisa lebih dari satu tahun, sehingga termasuk ke dalam kategori intangible asset.

Nilai hak paten ini diperoleh dari semua pengeluaran yang dilakukan dalam melakukan penelitian, seperti biaya penelitian, pengembangan, percobaan, sampai dengan pengurusan sertifikat hak paten.

2. Hak Cipta (Copyright)

Hak cipta adalah aset yang diberikan kepada pencipta karya untuk menjual, mengawasi, hingga menerbitkan hasil karyanya. Aset berupa hak cipta ini dapat dijual kepada pihak yang lain namun telah melalui perjanjian yang sudah disepakati bersama.

Nilai hak cipta ini diperoleh dari pengeluaran selama penyusunan karya sampai dengan pengurusan izin dan sertifikat hak cipta.

3. Hak Merek Dagang (Trademark)

Beberapa hal yang termasuk ke dalam hak merek dagang diantaranya yaitu kata, frasa, simbol, hingga logo yang menjadi identitas dari suatu produk atau bisnis. Hak merek dagang ini dinilai penting keberadaannya pada sebuah bisnis karena merupakan salah satu pondasi dari strategi pemasaran. 

4. Goodwill

Goodwill adalah sebuah kondisi ketika suatu aset, seperti pembelian usaha bisnis dari perusahaan lain, dibayar lebih tinggi daripada dengan nilai pasarnya. Selisih dari harga yang dibayar dengan nilai pasarnya tersebut dapat dikatakan sebagai goodwill.

Perbedaan Tangible Asset dan Intangible Asset

Tangible asset dan intangible asset adalah dua jenis aset yang saling berseberangan satu sama lainnya. Perbedaan tangible asset dan intangible asset yang paling terlihat yaitu dari segi wujudnya. 

Penjelasan lengkapnya yaitu tangible asset merupakan sebuah aset yang berwujud atau memiliki wujud fisik yang dapat diukur. Tipe aset ini digunakan secara langsung dalam operasional sebuah perusahaan dalam memproduksi barang maupun jasa. Selain itu, tangible asset juga dapat mengalami depresiasi secara alamiah.

Sedangkan, intangible asset adalah sebuah aset yang tidak memiliki wujud fisik. Biasanya, intangible asset digunakan dalam jangka waktu yang sangat panjang dan umur ekonomisnya tidak dapat ditentukan. Intangible asset sering didefinisikan sebagai aset intelektual sehingga nilainya akan lebih berharga bagi perusahaan untuk masa depan.

Seperti itulah informasi berkenaan dengan intangible asset sebagai salah satu tipe aset yang dapat Inklusi Uang jelaskan kali ini. Dengan mengetahui tipe aset yang dimiliki, Anda jadi bisa memanfaatkannya dengan optimal. Melalui artikel ini, Anda menjadi paham bahwa intangible asset adalah jenis aset yang akan memberikan pengembalian kepada pemiliknya dalam jangka waktu yang cukup panjang.

QA

Investopedia. “Intangible Asset

Corporate Finance Institute. “Intangible Assets

Investopedia. “Tangible Assets vs. Intangible Assets: What’s the Difference?

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Intangible Asset: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Aset tidak berwujud adalah aset yang tidak memiliki wujud fisik tetapi masih dapat dilihat dan diidentifikasi. Meskipun tidak memiliki bentuk fisik, aset tak berwujud masih dapat menghasilkan pendapatan. Bagi sebuah perusahaan, aset tak berwujud pun bisa mendatangkan keuntungan dalam jangka panjang. Agar dapat memahami aset tidak berwujud lebih mendalam, mari simak informasi selengkapnya di bawah […]
    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]

    Trending

    Influencer bukan hanya berasal dari bidang fashion, beauty, dan lifestyle saja. Namun, saat ini banyak bermunculan content creator atau influencer dibidang keuangan. Mereka kerap membuat konten yang rata-rata berupa edukasi soal financial.  Hadirnya, para influencer keuangan ini, juga menjadi salah satu cara mudah untuk mengedukasi soal keuangan kepada masyarakat. Penjelasan, lengkapnya tinggal scroll artikel ini […]
    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]