1. Keuangan

Mengenal Definisi Inklusi Keuangan, Cara Kerja, & Contohnya

Kemampuan untuk mengakses produk dan layanan keuangan merupakan hak dasar bagi setiap masyarakat demi memudahkan urusan perekonomian. Namun tidak semua lapisan masyarakat punya kesempatan yang sama untuk mengakses layanan-layanan tersebut. Oleh karena itu, muncul istilah Inklusi keuangan sebagai upaya untuk menjawab permasalahan tersebut. Simak penjelasan lebih lengkap tentang inklusi keuangan pada artikel berikut ini.

Key Takeaways

  • Inklusi keuangan adalah usaha untuk membuat produk serta layanan finansial menjadi mudah diakses dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat atau pelaku bisnis seefektif mungkin, terlepas dari seberapa besar penghasilan pribadi atau ukuran bisnisnya.
  • Mewujudkan inklusi keuangan adalah penting karena seluruh masyarakat berhak atas akses mudah dan terjangkau terhadap produk keuangan demi memudahkan berbagai kegiatan perekonomian.
  • Salah satu dari bentuk inklusi keuangan adalah memberikan edukasi tentang literasi finansial kepada masyarakat luas. Dengan melalui edukasi finansial, masyarakat akan mendapatkan konsep dasar tentang perekonomian dan finansial.

Apa Itu Inklusi Keuangan?

Inklusi keuangan adalah usaha untuk membuat produk serta layanan finansial menjadi mudah diakses dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat atau pelaku bisnis seefektif mungkin, terlepas dari seberapa besar penghasilan pribadi atau ukuran bisnisnya. Produk serta layanan keuangan tersebut haruslah tersedia secara berkelanjutan serta teregulasi dengan baik.

Hal yang menjadi fokus dari inklusi keuangan adalah untuk menghilangkan penghalang yang membuat beberapa individu atau pelaku bisnis tidak bisa atau kesulitan mengakses produk dan layanan keuangan yang bermanfaat guna memudahkan hidup mereka. Dengan hadirnya inklusi keuangan, diharapkan mampu mengurangi jumlah masyarakat unbanked yang belum mempunyai rekening bank sama sekali dikarenakan kesulitan akses layanan perbankan dasar.

Mengapa Inklusi Keuangan Itu Penting?

Seperti yang telah dijelaskan, bahwa fokus dari inklusi keuangan adalah untuk membuat segala lapisan masyarakat dapat mengakses produk serta layanan ekonomi demi memudahkan hidup mereka. Mewujudkan Inklusi keuangan adalah penting karena seluruh masyarakat berhak atas akses mudah dan terjangkau terhadap produk keuangan demi memudahkan berbagai kegiatan perekonomian.

Banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari mewujudkan inklusi keuangan. Dilansir dari World Bank, inklusi keuangan adalah faktor pendukung yang utama untuk meningkatkan kesejahteraan serta mengurangi taraf kemiskinan. Selain itu masih terdapat banyak sekali manfaat yang bisa dicapai apabila terwujudnya keuangan yang sudah inklusif. Manfaat-manfaat dari tercapainya inklusi keuangan adalah sebagai berikut:

  • Mendukung stabilitas dari sistem keuangan.
  • Menaikkan tingkat efisiensi ekonomi secara menyeluruh.
  • Mengurangi irresponsible finance dan shadow banking.
  • Mendukung proses pendalaman pasar keuangan.
  • Memberi potensi pasar yang baru bagi perbankan.
  • Membantu meningkatkan tingkat Human Development Index (HDI) Indonesia
  • Mengurangi kesenjangan dan rigiditas low income trap, sehingga mampu meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat yang berkontribusi pada penurunan tingkat kemiskinan.
  • Berkontribusi secara positif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi skala lokal dan nasional yang berkelanjutan.

Cara Kerja Inklusi Keuangan

Secara sederhana, cara kerja dari inklusi keuangan adalah berusaha menolong masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap layanan finansial dasar yang mudah dan terjangkau.Tanpa adanya kemampuan untuk mengakses layanan keuangan, beberapa individu akan mengalami beberapa masalah signifikan. Untuk mengerti bagaimana inklusi keuangan bekerja, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu masalah apa yang inklusi keuangan coba untuk selesaikan.

1. Kurangnya rekening bank

Tanpa kehadiran rekening bank, beberapa individu biasanya akan mencari alternatif jasa keuangan yang lain. Biasanya, jasa keuangan alternatif tersebut mematok biaya yang lebih tinggi ketimbang institusi keuangan yang sudah resmi dan teregulasi. Jasa alternatif tersebut juga biasanya tidak menawarkan proteksi terhadap dana konsumen dari berbagai kemungkinan buruk yang mungkin terjadi di masa depan.

Apabila menjalani hidup tanpa rekening bank, masyarakat akan membutuhkan usaha lebih untuk melakukan urusan ekonomi seperti menyimpan uang, membayar tagihan, atau mendapatkan pendanaan. Bank hadir untuk mempermudah urusan tersebut dengan menyediakan tempat aman untuk menaruh uang dan juga menyediakan berbagai macam fasilitas untuk melakukan transaksi ekonomi di mana saja dengan biaya yang sangat rendah.

2. Akses terbatas terhadap kredit

Apabila suatu individu memiliki skor kredit yang tinggi, meminjam uang bisa menjadi sangatlah mudah. Namun bagi segelintir orang yang memiliki skor kredit yang rendah atau buruk, mengajukan kredit di perusahaan yang teregulasi bisa menjadi sangatlah sulit. Bahkan beberapa negara ada yang tidak menggunakan skor kredit dalam perekonomiannya.

Tanpa adanya akses yang mudah dan aman untuk peminjaman dana, peminjam akan bergantung kepada jasa pinjaman yang tidak resmi dan tidak teregulasi. Jasa pinjaman tidak resmi ini berisiko untuk membebankan bunga dan biaya yang sangat besar bagi para peminjamnya.

3. Perekonomian yang Informal

Pada beberapa daerah di dunia, uang tunai masih menjadi satu-satunya bentuk uang yang diterima. Banyak pelaku bisnis yang tidak menerima pembayaran menggunakan pembayaran elektronik dan banyak juga dari mereka yang masih menyimpan uang tunai secara pribadi ketimbang menyimpannya di bank yang lebih aman. 

Akibatnya, para pelaku bisnis yang seperti itu akan kesulitan untuk membangun akses guna mengembangkan bisnisnya. Selain itu, mereka kemungkinan akan mengalami keterbatasan dalam memilih mitra dagang yang sama-sama menerima uang tunai sebagai satu-satunya format pembayaran yang diterima.

Dari ketiga masalah di atas, terwujudnya inklusi keuangan adalah penting agar dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu upaya dalam memenuhi kebutuhan akan produk dan layanan keuangan dasar yaitu dengan melalui kepemilikan rekening bank. Setelah punya rekening, pemenuhan tersebut dapat berkembang ke produk keuangan lainnya seperti pengajuan pembiayaan, asuransi, program pensiun, dan investasi.

Untuk Indonesia sendiri, OJK bersama dengan Industri Jasa Keuangan serta lembaga lain yang terkait terus berusaha untuk meningkatkan inklusi keuangan dengan berupaya untuk memenuhi empat elemen inklusi keuangan. Elemen-elemen yang coba dicapai untuk tercapainya inklusi keuangan adalah sebagai berikut:

  • Perluasan akses terhadap jasa dan produk keuangan
  • Ketersediaan jasa dan produk keuangan,
  • Penggunaan layanan jasa dan produk keuangan,
  • Peningkatan kualitas produk dan jasa keuangan serta kualitas dari penggunaannya itu sendiri.

Contoh Bentuk Inklusi Keuangan

1. Literasi Finansial

Salah satu dari bentuk inklusi keuangan adalah memberikan edukasi tentang literasi finansial kepada masyarakat luas. Dengan melalui edukasi finansial, masyarakat akan mendapatkan konsep dasar tentang perekonomian dan finansial. Setelah teredukasi, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan dengan baik perihal finansial, menghindari kesalahan yang mungkin terjadi, dan membentuk budaya untuk menaruh uang di bank resmi.

Salah satu bentuk dari literasi finansial adalah dengan mengakses informasi perihal literasi keuangan dari sumber-sumber yang terpercaya yang tersedia baik di jurnal ilmiah maupun dari sumber kredibel di internet. Apabila ingin mengetahui informasi seputar bidang ekonomi dan finansial, inklusiuang.com bisa menjadi salah satu sumber informasi kredibel yang dapat dipercaya.

2. Dompet Digital

Teknologi memegang peran penting dalam inklusi keuangan. Salah satu peran teknologi yang penting dalam inklusi keuangan adalah menyebarkan penggunaan dompet digital yang lebih efisien dan aman untuk disimpan dan dibawa kemana-mana ketimbang uang tunai. Dompet digital juga telah dilengkapi fitur yang memudahkan masyarakat seperti menyimpan uang secara digital, melakukan transfer, serta membayar tagihan rutin.

3. Asuransi

Salah satu bentuk dari inklusi keuangan adalah hadirnya asuransi bagi seluruh lapisan masyarakat. Saat bencana melanda, mereka yang tergolong ke dalam masyarakat yang belum punya akses kepada layanan keuangan jarang memiliki asuransi yang memadai untuk menutupi kerusakan akibat bencana. Untuk merubah hal tersebut, pihak asuransi berusaha untuk mengembangkan penawaran yang lebih sederhana untuk mengatasi hal tersebut,

4. Ketersediaan Layanan

Biasanya masyarakat yang tidak tinggal di kota-kota besar akan kesulitan untuk mendapatkan layanan finansial yang berkualitas. Salah satu cara untuk mengatasi ketersediaan layanan tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan inklusi keuangan adalah hadirnya teknologi. Dengan hadirnya teknologi, selama individu tersebut memiliki akses internet mereka akan bisa mengakses layanan keuangan yang tersedia secara daring.

5. Kredit

Salah satu bentuk dari inklusi keuangan yang lain adalah memudahkan masyarakat untuk mengajukan kredit ke lembaga pinjaman yang telah teregulasi. Inklusi keuangan mencoba untuk membentuk agensi pelaporan kredit dan melebarkan skalanya agar dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Penting juga untuk menyediakan lembaga pinjaman untuk dana mikro agar bisa digunakan oleh pelaku bisnis berskala kecil, tentunya dengan biaya yang lebih terjangkau.

Melihat Perkembangan Inklusi Keuangan di Indonesia

Dilansir dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, besar Indeks inklusi keuangan adalah sebesar 83,6% pada tahun 2021 untuk Indonesia sendiri. Angka indeks tersebut mengalami peningkatan beberapa persen dari beberapa tahun sebelumnya seperti 2020 sebesar 81,4% dan 2019 sebesar 76.19%. 

Kenaikan indeks inklusi keuangan tersebut beberapa tahun belakangan ini didukung oleh beberapa indikator utama yang mendukung pencapaian ini, yaitu peningkatan akses keuangan, akselerasi pemakaian jasa keuangan yang formal, serta kualitas jasa keuangan yang menunjukkan perbaikan secara kualitas.

Namun di sisi lain, indeks tingkat literasi keuangan di Indonesia menunjukkan angka yang masih jauh lebih rendah dari tingkat inklusi keuangan. Indeks literasi keuangan Indonesia baru mencapai angka 38,03% per tahun 2019. 

Walaupun kedua indeks tersebut telah memenuhi target yang diterapkan oleh pemerintah dalam Strategi Nasional Keuangan Inklusif (75% untuk inklusi keuangan, 35% untuk literasi keuangan), namun kedua angka indeks tersebut masih perlu ditingkatkan lagi demi tercapainya inklusi keuangan nasional secara menyeluruh dan merata bagi setiap lapisan masyarakat di Indonesia.

Bulan Inklusi Keuangan

Demi mewujudkan akses keuangan yang merata untuk seluruh lapisan masyarakat, pihak Otoritas Jasa Keuangan bersama dengan Industri Jasa Keuangan dan pihak lain yang terkait menggelar kegiatan tahunan bernama Bulan Inklusi Keuangan setiap bulan Oktober. Kegiatan Bulan Inklusi Keuangan adalah rangkaian acara yang berisikan program sosialisasi terkait inklusi keuangan serta beragam penjualan produk dan jasa keuangan berinsentif.

Baca juga: Apa Itu Obligasi? Kenali Definisi, Jenis, dan Kelebihannya

Berikut tadi merupakan artikel mengenai serba serbi tentang inklusi keuangan, mulai dari definisi, manfaat, sampai ke bentuk inklusi keuangan itu sendiri. Semoga artikel Inklusi Uang berikut ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.

QA

Otoritas Jasa Keuangan. “BULAN INKLUSI KEUANGAN: WUJUDKAN AKSES KEUANGAN UNTUK SEMUA

Investopedia. “Financial Inclusion

The Balance. “What Is Financial Inclusion?

Corporate Finance Institute. “Financial Inclusion

Otoritas Jasa Keuangan. “HASIL SURVEI LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN NASIONAL MENINGKAT

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Mengenal Definisi Inklusi Keuangan, Cara Kerja, & Contohnya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]

    Trending

    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]
    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]