1. Keuangan

Harga: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Apabila sedang berbelanja di supermarket, Anda pasti akan melihat label harga yang tertera pada setiap barang. Untuk membeli barang yang dibutuhkan, Anda perlu membayar harga yang telah ditetapkan. Maka dari itu, harga adalah istilah yang telah umum dikenal oleh banyak orang karena sering digunakan pada transaksi jual beli sehari-hari.

Walau telah diketahui secara umum, ada hal-hal spesifik mengenai harga yang belum diketahui oleh sebagian orang, seperti tujuan, fungsi dari harga hingga penetapan harga dalam berbisnis. Dengan demikian, Inklusi Uang pada kesempatan kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai harga, mulai dari pengertian, tujuan, fungsi hingga jenis-jenis dari harga. Simak informasi mengenai harga secara mendalam melalui penjelasan di bawah ini, ya!

Key Takeaways

1. Pengertian harga adalah nilai suatu produk berupa uang yang harus dibayarkan oleh konsumen kepada penjual agar bisa mendapatkan barang, jasa, atau sumber daya yang ditawarkan oleh penjual tersebut.

2. Pricing atau harga adalah hal yang berkaitan dengan cost atau biaya.

3. Penetapan harga penting dilakukan untuk menjaga keberlangsungan dari operasional sebuah bisnis.

Apa Itu Harga?

Harga adalah istilah yang sering digunakan pada dunia ekonomi dan finansial. Melalui pembahasan ini, Inklusi Uang akan menjelaskan apa itu harga terlebih dahulu karena tidak banyak orang yang mengetahui pengertian harga secara spesifik. Pengertian harga adalah nilai suatu produk berupa uang yang harus dibayarkan oleh konsumen kepada penjual agar bisa mendapatkan barang, jasa, atau sumber daya yang ditawarkan oleh penjual tersebut.

Dalam transaksi jual beli, penjual dan pembeli dapat melakukan tawar menawar sehingga dapat mengubah harga suatu produk yang sudah ditetapkan sebelumnya. Transaksi kemudian akan dilakukan apabila kedua belah pihak telah sepakat dengan harganya. Hal inilah yang biasa dikenal dengan mekanisme pasar untuk mencapai kesepakatan harga.

Akan tetapi, harga tidak bisa ditawar pada seluruh transaksi pemasaran. Contohnya, supermarket akan menentukan harga suatu barang sehingga tidak dapat ditawar lagi oleh konsumen.

Tujuan dan Fungsi Penetapan Harga

Setelah mengetahui definisinya, hal yang perlu Anda pahami lebih lanjut mengenai harga adalah tujuan serta fungsi dari penetapan harga. Informasi mengenai tujuan dan fungsi tersebut akan dibahas melalui penjelasan berikut ini.

Tujuan Penetapan Harga

Dalam pasar bebas, harga ditetapkan berdasarkan beberapa tujuan yang ingin dicapai. Adapun tujuan penetapan harga adalah sebagai berikut. 

1. Untuk Meningkatkan Pendapatan 

Pendapatan ini akan berbanding lurus dengan penetapan harga yang dilakukan oleh produsen. Semakin tinggi harga yang ditentukan, semakin tinggi pula laba yang akan didapatkan oleh produsen terhadap suatu produk yang dibuatnya. 

Di sisi lain, produsen tidak dapat menentukan harga dengan sembarangan. Hal ini dikarenakan harga suatu produk harus ditetapkan dengan memperhatikan berbagai aspek, seperti daya saingnya dengan kompetitor lain, daya beli konsumen, dan lain sebagainya.

2. Mempertahankan Loyalitas Konsumen

Harga suatu produk yang sesuai dengan preferensi konsumen akan membuat konsumen menjadi loyal dengan produk tersebut dan enggan untuk berpindah ke produk sejenis lainnya. Maka dari itu, produsen harus menentukan harga sesuai dengan pangsa pasar yang telah ada untuk menjaga loyalitas konsumennya.

3. Untuk Menentukan Pangsa Pasar

Pangsa pasar terdiri dari beberapa segmen. Segmen-segmen tersebut dapat disasar oleh produsen melalui beberapa cara, salah satunya yaitu penetapan harga produk. Oleh karena itu, produsen perlu memperhatikan harga produknya agar dapat sesuai dengan sasaran pasar.

4. Menjaga Daya Saing dan Stabilitas Pasar

Persaingan antara kompetitor salah satunya dilakukan melalui harga produk yang ditetapkan oleh setiap produsen dalam industri sejenis. Dengan persaingan tersebut, harga secara tidak langsung juga akan mempengaruhi stabilitas pasar.

Jika Anda menurunkan harga produk Anda, maka kompetitor lain akan melakukan hal serupa agar dapat bersaing pada pasar. Hal ini akan menghasilkan dampak negatif yaitu terjadinya persaingan tidak sehat antara kompetitor yang dapat menjatuhkan satu sama lainnya. Oleh karena itu, stabilitas pasar sangat penting untuk dijaga agar dapat mempertahankan keutuhan perusahaan.

Fungsi Penetapan Harga

Selain tujuan, harga juga memiliki fungsi tertentu sebagai salah satu hal yang memiliki peran pada kegiatan transaksi. Fungsi dari penetapan harga adalah sebagai berikut.

  • Dijadikan sebagai acuan nilai jual dari suatu produk, baik barang, jasa, ataupun sumber daya
  • Konsumen menjadikan harga sebagai acuan untuk menilai kualitas produk
  • Sebagai salah satu hal yang mempengaruhi keputusan pembelian serta daya beli konsumen
  • Aspek penentu pendapatan bagi produsen
  • Mempermudah kegiatan transaksi jual beli

Pricing vs Cost

Pricing atau harga adalah hal yang berkaitan dengan cost atau biaya. Kedua istilah ini sering digunakan pada kegiatan transaksi ataupun aktivitas finansial lainnya. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui perbedaan dari kedua istilah ini apabila ingin mendalami dunia finansial lebih lanjut.

Harga

  • Berdasarkan pengertiannya, harga adalah nilai suatu produk, baik barang atau jasa, yang dibayarkan oleh konsumen kepada penjual atau produsen 
  • Harga dipengaruhi oleh faktor internal, seperti biaya produksi, serta faktor eksternal, seperti daya beli konsumen, keuntungan, hingga kompetitor
  • Salah satu faktor yang berkaitan dengan revenue atau pendapatan sebuah bisnis
  • Harga berkaitan dengan mekanisme pasar yang biasa diwujudkan dalam tawar menawar oleh produsen dan konsumen

Biaya

  • Biaya merupakan bentuk investasi produsen terhadap operasional bisnis serta pembuatan produk untuk mencapai suatu tujuan penjualan
  • Dipengaruhi oleh biaya langsung, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk, serta biaya tidak langsung atau biaya yang dikeluarkan sebagai biaya operasional bisnis lainnya
  • Menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan harga pokok penjualan sebuah bisnis
  • Menjadi salah satu komponen untuk menentukan harga produk/jasa

Jenis-Jenis Harga

Harga terdiri dari beberapa jenis, yaitu harga pokok, harga jual, harga subjektif, dan harga jual. Penjelasan mengenai jenis-jenis harga tersebut akan dijelaskan melalui penjelasan di bawah ini.

  • Harga pokok: harga sebuah produk yang belum ditambah dengan keuntungan
  • Harga jual: harga sebuah produk yang telah ditambah dengan keuntungan
  • Harga subjektif: harga yang ditaksir berdasarkan pendapat seseorang terhadap nilai tukar dari suatu produk
  • Harga objektif: nilai tukar suatu produk dalam transaksi yang telah disepakati oleh pihak penjual dan pembeli 

Pentingnya Penetapan Harga pada Sebuah Bisnis 

Dalam kegiatan bisnis, harga adalah hal yang memiliki peran penting agar suatu transaksi antara produsen dan konsumen dapat terjadi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penetapan harga penting dilakukan untuk menjaga keberlangsungan dari operasional sebuah bisnis. 

Nilai tukar atau harga yang ditetapkan pada suatu produk juga akan mempengaruhi pengembalian modal usaha atau return of investment. Apabila pengembalian modal usaha telah terpenuhi, perusahaan akan mendapatkan keuntungan bersih yang merupakan tujuan awal dari dibangunnya bisnis tersebut.

Itulah tadi pembahasan mengenai harga yang dapat Inklusi Uang sampaikan pada artikel ini. Harga adalah satuan yang penting untuk diketahui apalagi jika Anda ingin mulai berbisnis. Semoga informasi yang disampaikan melalui artikel ini akan memudahkan Anda memahami istilah harga secara spesifik dan jelas. Yuk, cerdas finansial bersama Inklusi Uang!

QA

The Balance. “What is Pricing

Investopedia. “What is difference between cost and price

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Harga: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Aset tidak berwujud adalah aset yang tidak memiliki wujud fisik tetapi masih dapat dilihat dan diidentifikasi. Meskipun tidak memiliki bentuk fisik, aset tak berwujud masih dapat menghasilkan pendapatan. Bagi sebuah perusahaan, aset tak berwujud pun bisa mendatangkan keuntungan dalam jangka panjang. Agar dapat memahami aset tidak berwujud lebih mendalam, mari simak informasi selengkapnya di bawah […]
    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]

    Trending

    Influencer bukan hanya berasal dari bidang fashion, beauty, dan lifestyle saja. Namun, saat ini banyak bermunculan content creator atau influencer dibidang keuangan. Mereka kerap membuat konten yang rata-rata berupa edukasi soal financial.  Hadirnya, para influencer keuangan ini, juga menjadi salah satu cara mudah untuk mengedukasi soal keuangan kepada masyarakat. Penjelasan, lengkapnya tinggal scroll artikel ini […]
    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]