1. Ekonomi Bisnis

Perusahaan Go Public: Pengertian, Syarat, dan Contohnya

Seperti yang telah diketahui, perusahaan mencari modal atau pendanaan salah satunya melalui penerbitan saham yang dilakukan pada pasar modal. Apabila ingin melakukan pendanaan pada pasar modal, sebuah perusahaan perlu mengubah bentuk bisnis perusahaan menjadi perusahaan go public. Perusahaan go public adalah perusahaan yang menawarkan kepemilikan bisnisnya kepada masyarakat. 

Di kesempatan kali ini, Inklusi Uang akan menjelaskan kepada Anda mengenai apa itu go public bagi perusahaan. Go public adalah aktivitas ekonomi dari suatu perusahaan yang perlu Anda ketahui apabila ingin menjalankan suatu usaha. Maka dari itu, Anda dapat menyimak pembahasan perusahaan go public melalui artikel di bawah ini.

Key Takeaways

  1. Go public adalah kegiatan bisnis suatu perusahaan yang biasa dikenal dengan IPO atau Initial Public Offering.
  2. Perusahaan go public adalah hal yang mengacu kepada penawaran umum efek dari sebuah perusahaan agar dapat diperjualbelikan dan dimiliki oleh publik.
  3. Go public telah dilakukan oleh banyak perusahaan di Indonesia. Badan usaha yang telah go public akan memiliki tambahan kode “Tbk.”

Apa Itu Perusahaan Go Public?

Apakah Anda pernah mendengar istilah IPO dalam dunia bisnis? Go public adalah kegiatan bisnis suatu perusahaan yang biasa dikenal dengan IPO atau Initial Public Offering. Perusahaan go public adalah hal yang mengacu kepada penawaran umum efek dari sebuah perusahaan agar dapat diperjualbelikan dan dimiliki oleh publik.

Perusahaan swasta apabila ingin melakukan go public dapat menjual sahamnya pada pasar modal atau dapat mengungkapkan informasi bisnis serta informasi keuangan perusahaan kepada publik secara langsung. Walau demikian, ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan jika ingin melakukan go public. 

Syarat Perusahaan Melakukan Go Public

Di Indonesia, perusahaan yang ingin melakukan go public harus memenuhi beberapa persyaratan menurut Bursa Efek Indonesia (BEI). Syarat perusahaan go public adalah seperti penjelasan di bawah ini.

Berbadan Hukum Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan terbatas (PT) merupakan badan usaha dengan badan hukum yang telah diakui di Indonesia. Modal dari Perseroan Terbatas (PT) berbentuk saham, sehingga dapat dilakukan penawaran umum kepada publik dalam pasar modal.

Selain itu, perusahaan harus telah beroperasi sebagai Perseroan Terbatas minimal selama 1 tahun untuk papan pengembangan dan selama 3 tahun untuk papan utama pada Bursa Efek Indonesia.

Struktur Pemangku Kepentingan Jelas dan Lengkap

Struktur pemangku kepentingan pada perusahaan yang ingin go public wajib terpenuhi posisinya secara lengkap dan jelas. Jika ingin melakukan IPO, perusahaan harus memiliki komisaris independen minimal satu orang dari jajaran direksi, komite audit, unit audit internal, serta sekretaris perusahaan.

Syarat Keuangan dan Akuntansi

Perusahaan IPO disyaratkan untuk memiliki perhitungan akuntansi serta keuangan yang telah tersusun secara rapi. Badan usaha juga tidak boleh mengalami kerugian dalam kurun waktu dua tahun terakhir. 

Selain itu, perusahaan disyaratkan untuk memiliki aktiva bersih berwujud sedikitnya Rp. 5 miliar untuk papan pengembangan dan Rp. 100 miliar untuk papan utama. Laporan keuangannya juga wajib mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari akuntan publik terdaftar dalam OJK.

Syarat Saham

Syarat saham untuk perusahaan papan utama pada bursa go public adalah memiliki saham utama minimal 300 juta lembar saham. Sedangkan, syarat saham untuk perusahaan papan 

pengembangan adalah memiliki saham utama minimal sebanyak 150 lembar saham. Ketentuan persentase dan nominalnya yaitu:

  • 20 persen untuk ekuitas di bawah Rp. 500 miliar
  • 15 persen untuk ekuitas Rp. 500 miliar hingga Rp. 2 triliun
  • 10 persen untuk ekuitas di atas Rp. 2 triliun

Jumlah pemegang saham untuk perusahaan papan utama harus dimiliki oleh sekurang-kurangnya 1000 pihak. Di sisi lain, jumlah pemegang saham untuk perusahaan papan pengembangan hanya perlu dimiliki oleh setidaknya 500 pihak.

Kenapa Perusahaan Melakukan Go Public?

Alasan perusahaan melakukan go public adalah untuk mendapatkan modal lebih banyak atau karena modal tidak mencukupi hanya dari pendanaan internal perusahaan saja. Jika perusahaan memiliki tunggakan liabilitas atau kewajiban yang harus dibayar, go public adalah salah satu cara yang dapat membantu perusahaan untuk melunasi kewajiban tersebut. 

Go public adalah salah satu aktivitas bisnis yang dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan reputasinya. Apabila telah melakukan penawaran umum pada bursa efek, perusahaan dapat mengukur reaksi pelaku dalam pasar modal dan opini pihak profesional, seperti kompetitor atau pengamat bisnis, terhadap pengumuman go publicnya tersebut.

Selain itu, perusahaan melakukan go public juga dengan tujuan untuk melakukan ekspansi pasar. Dengan go public, perusahaan dapat memperluas dan melakukan diferensiasi pangsa pasar dengan kompetitor tanpa terhambat dengan kondisi finansial perusahaan.

Contoh Perusahaan Go Public di Indonesia

Go publik telah dilakukan oleh banyak perusahaan di Indonesia. Badan usaha yang telah go public akan memiliki tambahan kode “Tbk.” pada bagian akhir nama perusahaannya. Kode “Tbk.” adalah kepanjangan dari terbuka yang berarti perusahaan tersebut merupakan perusahaan terbuka kepada publik.

Contoh perusahaan di Indonesia yang telah melakukan go public adalah sebagai berikut.

  • PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (Kode saham: AALI)
  • PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (Kode saham: ABBA)
  • PT Astra Agro Lestari Tbk. (Kode saham: ABDA)
  • PT Alkinda Naratama Tbk. (Kode saham: ALDO)

Demikian penjelasan mengenai go public bagi perusahaan yang dapat Inklusi Uang sampaikan. Go public adalah hal yang dilakukan oleh perusahaan jika ingin melakukan pendanaan lebih apabila pendanaan dari internal perusahaan tidak mencukupi. Dengan demikian, Anda dapat membeli saham perusahaan yang melakukan go public sehingga perusahaan tersebut mendapatkan pendanaan lebih.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Perusahaan Go Public: Pengertian, Syarat, dan Contohnya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]

    Trending

    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]
    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]