1. Ekonomi Bisnis

Current Ratio: Pengertian, Kelebihan, dan Cara Menghitungnya

Setiap perusahaan pasti memiliki tanggung jawab berupa tanggungan yang harus dibayar selama bisnisnya berjalan, seperti upah karyawan, utang, dan lain sebagainya. Agar seluruh tanggungannya dapat dibayar, perusahaan perlu melakukan analisis terhadap kemampuan keuangannya. Current ratio adalah cara yang biasa digunakan oleh perusahaan untuk menganalisis dan mengevaluasi kemampuannya dalam membayar tanggungan jangka pendek.

Untuk mulai berbisnis, Anda perlu memahami apa itu current ratio terlebih dahulu. Maka dari itu, Inklusi Uang akan memberikan Anda penjelasan mengenai rasio lancar secara lengkap melalui artikel ini. Informasi yang akan didapatkan pada artikel ini diantaranya yaitu pengertian, cara menghitung, kelebihan, kelemahan, contoh perhitungan, hingga batasan pada current ratio. Simak penjelasan berikut ini, ya.

Key Takeaways

1. Rasio lancar atau current ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan likuiditas perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan waktu jatuh tempo yaitu dalam 12 bulan atau 1 tahun.

2. Untuk menghitung rasio lancar, Anda perlu mengetahui beberapa atribut yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan. Atribut tersebut diantaranya yaitu aset lancar (current assets) dan utang lancar (current liabilities).

3. Rasio lancar memiliki sebuah konsep sederhana, yakni, Jika rasio di atas 1, itu berarti perusahaan aman untuk membayar kewajiban lancarnya dengan menggunakan aset lancarnya. Dan jika rasionya kurang dari 1, itu berarti perusahaan berpotensi untuk kesulitan membayar utangnya kepada kreditur dengan tepat waktu.

Pengertian Current Ratio

Rasio lancar atau current ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan likuiditas perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan waktu jatuh tempo yaitu dalam 12 bulan atau 1 tahun. Rasio lancar ini dijadikan sebagai bahan analisis perusahaan untuk memaksimalkan aset lancar pada neraca keuangannya.

Current ratio adalah rasio likuiditas perusahaan yang memiliki pengaruh terhadap harga saham. Hal tersebut dikarenakan rasio lancar digunakan untuk mengukur atau menilai kesehatan keuangan suatu perusahaan. Maka dari itu, Rasio lancar menjadi salah satu rasio fundamental yang sering digunakan investor untuk menganalisis sebuah perusahaan apakah layak dijadikan sebagai tempat investasi.

Cara Menghitung Current Ratio

Untuk menghitung rasio lancar, Anda perlu mengetahui beberapa atribut yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan. Atribut tersebut diantaranya yaitu aset lancar (current assets) dan utang lancar (current liabilities). Jika telah mengetahui nilai aset lancar dan utang lancar suatu perusahaan, Anda dapat menghitung rasio lancarnya menggunakan sebuah rumus. 

Rasio lancar dapat dihitung dengan membagi jumlah aktiva lancar dengan kewajiban utang lancar perusahaan. Apabila dimasukan dalam operasi matematika, rumus current ratio adalah sebagai berikut.

Rasio lancar = Aset lancarUtang lancar

Aset lancar merupakan kas atau aktiva lain yang setara atau termasuk ke dalam kas. Aset lancar yang termasuk ke dalam rumus ini diantaranya yaitu kas itu sendiri, persediaan, piutang, dan lain sebagainya. Sedangkan, utang atau kewajiban lancar yang termasuk ke dalam rumus rasio lancar diantaranya adalah utang, akrual, utang bunga, dan lain sebagainya.  

Kelebihan dan Kelemahan Current Ratio

Rasio lancar sebagai rasio fundamental memiliki kelebihan dan kelemahannya tersendiri. Untuk mengetahui kelebihan serta kelemahan current ratio, Anda dapat melihatnya melalui penjelasan di bawah ini.

Kelebihan

Rasio lancar terdapat beberapa kelebihan yang dapat Anda ketahui. Kelebihan current ratio adalah sebagai berikut.

  • Dapat digunakan sebagai sarana investor untuk menganalisis perusahaan yang layak diinvestasikan
  • Rasio yang dapat dijadikan alat untuk membandingkan semua aset atau aktiva perusahaan dengan liabilitas atau kewajiban utang yang dimiliki pada waktu tertentu
  • Dapat digunakan untuk membaca laporan keuangan dengan cepat
  • Memperlihatkan posisi keuangan suatu perusahaan pada satu lingkup industri
  • Terangkum secara statistik dengan nilai atau angka yang mudah dipahami

Kelemahan

Selain kelebihan, rasio lancar juga memiliki kelemahan yang perlu Anda pahami. Kelemahan current ratio adalah sebagai berikut.

  • Sulit untuk membandingkan ukuran perusahaan dalam seluruh kelompok industri
  • Minimnya informasi mengenai tren perusahaan
  • Keterbatasan teknik yang digunakan
  • Berpotensi terjadi penyamarataan yang berlebihan terhadap liabilitas serta saldo aset perusahaan

Contoh Current Ratio

Agar Anda dapat memahaminya dengan lebih lanjut, Inklusi Uang akan memberikan contoh current ratio beserta perhitungannya. Anda dapat menyimak contoh perhitungan rasio lancar melalui penjelasan di bawah ini.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan A mempunyai saldo aset lancar serta liabilitas lancar yang dijelaskan pada laporan keuangan dengan jatuh tempo 31 Desember 2022. Adapun saldo aset lancar dan liabilitas lancarnya yaitu sebagai berikut.

Aset Lancar:

  • Total kas serta setara kas: Rp. 60.000.000
  • Persediaan: Rp. 150.000.000
  • Piutang: Rp. 60.000.000
  • Lainnya: Rp. 90.000.000

Utang lancar:

  • Utang pajak: Rp. 80.000.000
  • Utang bunga: Rp. 20.000.000
  • Utang operasional: Rp. 50.000.000
  • Akrual: Rp. 80.000.000

Berdasarkan penjelasan di atas, maka Anda dapat menghitung rasio lancar perusahaan A melalui langkah-langkah berikut ini.

  • Total aset lancar: 60.000.000 + 150.000.000 + 60.000.000 + 90.000.000 = Rp. 360.000.000
  • Total utang lancar: 80.000.000 + 20.000.000 + 50.000.000 + 80.000.000 = Rp. 230.000.000
  • Rasio lancar: aset lancar/utang lancar = Rp. 360.000.000/Rp. 230.000.000 = 1,565

Jadi, perusahaan A pada tahun 2022 memiliki current ratio adalah sebesar 1,565.

Batasan Current Ratio

Idealnya, suatu perusahaan secara umum memiliki current ratio berada di kisaran angka 1,5 hingga 3. Walau demikian, rentang nilai yang baik dari rasio lancar perusahaan ini juga bergantung terhadap jenis industrinya. 

Jika nilai current ratio adalah kurang dari 1, hal ini menandakan bahwa perusahaan tersebut memiliki masalah terhadap likuiditas atau kewajiban utang yang menjadi tanggungannya. Sedangkan, nilai rasio lancar yang lebih dari 1 yang menandakan bahwa perusahaan dapat membayar kewajibannya dengan tepat waktu kepada kreditur. 

Selain itu, penggunaan rasio lancar ini juga memiliki batasan dalam penggunaannya. Hal-hal yang berkaitan dengan aset dan utang dalam jumlah besar bukan tidak mungkin apabila terjadi keterlambatan pembayaran atau tidak dapat cair dengan mudah. 

Perhitungan current ratio adalah hal yang tidak bisa dilakukan secara sembarangan, terdapat batasan tertentu yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan current ratio. Nilai aset dan utang yang dimasukan ke dalam rumus perhitungan harus bersifat likuid. 

Apabila menggunakan nilai aset atau utang yang tidak bersifat likuid, rasio lancar perusahaan yang telah dikalkulasikan bisa saja meleset dan mengakibatkan laporan keuangan menjadi tidak aktual. Maka dari itu, perusahaan perlu menganalisis dan mempertimbangkan risiko yang akan terjadi dalam menghitung rasio lancar.

Analisis Current Ratio

Rasio lancar memiliki sebuah konsep sederhana, yakni, Jika rasio di atas 1, itu berarti perusahaan aman untuk membayar kewajiban lancarnya dengan menggunakan aset lancarnya. Dan jika rasionya kurang dari 1, itu berarti perusahaan berpotensi untuk kesulitan membayar utangnya kepada kreditur dengan tepat waktu.

Rasio ini dihitung dengan memasukkan beberapa jenis current ratio yang mungkin tidak mudah jika dikonversi dalam bentuk tunai. Aset Lancar tersebut termasuk piutang dan persediaan. Persediaan bisa saja dianggap sebagai aset lancar, namun persediaan juga tidak memungkinkan untuk dikonversi dalam bentuk tunai secara cepat.

Saat menilai rasio, menilai kemungkinan bahwa persediaan dapat dikonversi menjadi uang tunai adalah hal yang penting. Faktor utamanya adalah jumlah, sifat dan periode rata-rata persediaan dapat diubah menjadi uang tunai.

Lebih penting lagi, persediaan mencakup bahan baku mentah serta pekerjaan yang memuat proses-proses mengubah bahan baku mentah menjadi barang jadi. Maka dari itu, untuk mengkonversi persediaan menjadi tunai, perusahaan akan membutuhkan waktu yang lebih lama.Seperti yang telah diketahui, current ratio adalah perhitungan rasio yang berhubungan terhadap keadaan keuangan suatu unit bisnis atau perusahaan. Apabila Anda ingin terjun ke dunia bisnis, rasio lancar menjadi hal yang penting untuk dikenal dan dipahami lebih lanjut. Semoga informasi yang telah diberikan oleh Inklusi Uang kali ini dapat bermanfaat bagi Anda yang sedang mendalami dunia bisnis.

QA

Investopedia. “Current Ratio

Investopedia. “What is The Current Ratio

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Current Ratio: Pengertian, Kelebihan, dan Cara Menghitungnya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]

    Trending

    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]
    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]