1. Investasi

Bursa Efek Indonesia (BEI): Arti, Peran, dan Cara Kerjanya

Dunia permodalan merupakan aktivitas finansial yang melibatkan banyak hal, mulai dari sarana yang digunakan hingga pihak-pihak terkait. Salah satu sarana yang menjadi dasar dari kegiatan penanaman modal yaitu bursa efek. Bursa efek merupakan sarana dimana terjadinya transaksi jual beli efek dari perusahaan umum dan Bursa Efek Indonesia adalah pihak yang menyediakan sarana tersebut.

Pada ulasan kali ini, Inklusi Uang akan menghadirkan informasi yang berkaitan dengan Bursa Efek Indonesia sebagai penyedia sarana bursa efek atau pasar permodalan di Indonesia. Adapun informasi yang akan Anda dapatkan pada artikel ini diantaranya yaitu pengertian, sejarah, peran, hingga sistem kerja dari Bursa Efek Indonesia. Simak informasinya di bawah ini.

Key Takeaways

  • Bursa Efek Indonesia adalah salah satu pihak dalam dunia permodalan yang menyediakan serta menyelenggarakan sarana dan/atau sistem untuk mempertemukan kegiatan transaksi jual dan beli surat berharga dari pihak-pihak yang ingin memperjualbelikan surat berharga tersebut.
  • Cara kerja Bursa Efek Indonesia adalah dengan melakukan analisis harga efek berdasarkan penawaran serta permintaan pasar dan memberikan prioritas waktu untuk pihak-pihak terkait yang telah melakukan transaksi jual beli pada harga yang sama.
  • BEI juga bekerja dengan mengawasi transaksi efek yang terjadi pada bursa. Proses pengawasan yang dilakukan diantaranya yaitu pengawasan transaksi jual beli secara real time, penjaminan keamanan terhadap informasi emiten, pengajuan klarifikasi terhadap isu dari emiten yang terdaftar, dan menindaklanjuti pelaku pasar modal yang melakukan pelanggaran.

Apa Itu Bursa Efek Indonesia?

Sebenarnya, apa itu Bursa Efek Indonesia? Menurut Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia adalah salah satu pihak dalam dunia permodalan yang menyediakan serta menyelenggarakan sarana dan/atau sistem untuk mempertemukan kegiatan transaksi jual dan beli surat berharga dari pihak-pihak yang ingin memperjualbelikan surat berharga tersebut.

Maka dari itu, Bursa Efek Indonesia adalah lembaga penting dalam terjadinya transaksi jual beli surat berharga atau efek dari perusahaan kepada investor. 

PT Bursa Efek Indonesia atau BEI memiliki visi menjadi bursa yang mampu bersaing dengan kredibilitas tingkat dunia. Sedangkan, misi yang dibawakan oleh Bursa Efek Indonesia adalah dengan menciptakan infrastruktur pasar permodalan yang kredibel dan terpercaya agar terciptanya pasar yang efisien, wajar, dan teratur, serta dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan melalui layanan yang inovatif.

Sejarah Bursa Efek Indonesia

Awalnya, bursa efek di Indonesia telah hadir sejak tahun 1912 dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda. Bursa efek ini dibuka pertama kali di Batavia. Karena Perang Dunia I & II serta kondisi tertentu lainnya, bursa efek mengalami masa vakum hingga tahun 1977.

Pada tahun 1977, bursa efek diresmikan kembali dengan nama Bursa Efek Jakarta oleh Presiden Soeharto kala itu. Emiten pertama dari BEJ ini yaitu PT Semen Cibinong. Di tahun 1989, Bursa Efek Surabaya atau BES hadir dan masuk ke dalam dunia permodalan.

Kemudian, penggabungan BEJ serta BES terjadi di tahun 2007 dan bursa efek tersebut berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia yang telah dikenal oleh masyarakat saat ini.

Peran Bursa Efek Indonesia

Secara umum, fungsi Bursa Efek Indonesia adalah sebagai penyedia sarana dimana terjadinya transaksi jual beli efek. Selain itu, BEI juga memiliki peran penting lain dalam berjalannya aktivitas permodalan di pasar modal. Peran Bursa Efek Indonesia adalah sebagai berikut.

  • Mengatur dan menyusun regulasi terkait seluruh aktivitas di dalam bursa
  • Melakukan pengawasan transaksi dalam pasar modal menurut peraturan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Mengatur keterbukaan informasi mengenai bursa
  • Menjaga likuiditas instrumen
  • Melakukan suspending dan delisting bagi emiten yang melanggar ketentuan 

Sistem Kerja Bursa Efek Indonesia

Cara kerja Bursa Efek Indonesia adalah dengan melakukan analisis harga efek berdasarkan penawaran serta permintaan pasar dan memberikan prioritas waktu untuk pihak-pihak terkait yang telah melakukan transaksi jual beli pada harga yang sama. Selain itu, pembelian saham pada BEI dilakukan menggunakan satuan lot. Dimana 1 lot ini sama dengan 100 lembar saham.

BEI juga bekerja dengan mengawasi transaksi efek yang terjadi pada bursa. Proses pengawasan yang dilakukan diantaranya yaitu pengawasan transaksi jual beli secara real time, penjaminan keamanan terhadap informasi emiten, pengajuan klarifikasi terhadap isu dari emiten yang terdaftar, dan menindaklanjuti pelaku pasar modal yang melakukan pelanggaran.

Indeks Saham dalam Bursa Efek Indonesia

Indeks saham merupakan ukuran statistik pergerakan harga dari sekumpulan efek atau saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Dengan demikian, indeks saham dapat bermanfaat untuk mengukur sentimen pasar modal serta sebagai bahan analisis model pengembalian investasi, kinerja, serta risiko sistematis. 

Saat ini, Bursa Efek Indonesia memiliki 40 indeks saham. Adapun daftar indeks saham yang dimiliki oleh Bursa Efek Indonesia adalah sebagai berikut.

No.Nama Indeks SahamNo.Nama Indeks Saham
1IHSG21infobank15
2IDX8022SMinfra18
3LQ4523SRI-KEHATI
4IDX3024ESG Sector Leaders IDX KEHATI
5IDX Quality3025ESG Quality 45 IDX KEHATI
6IDX Value3026PEFINDO25
7IDX Growth3027PEFINDO i-Grade
8IDX ESG Leaders28Indeks Papan Utama
9IDX High Dividend 2029Indeks Papan Pengembangan
10IDX BUMN2030IDXENERGY
11ISSI31IDXBASIC
12JII7032IDXINDUST
13JII33IDXONCYC
14IDX-MES BUMN 1734IDXCYCLIC
15IDX SMC Composite35IDXHEALTH
16IDX SMC Liquid36IDXFINANCE
17KOMPAS10037IDXPROPERT
18BISNIS-2738IDXTECHNO
19MNC3639IDXINFRA
20Investor3340IDXTRANS
Tabel Indeks Saham BEI

Bursa Efek Indonesia adalah salah satu pihak yang menjadi pondasi dari berjalannya kegiatan penanaman modal di Indonesia. Oleh karena itu, Anda selaku investor perlu mengetahui pengertian Bursa Efek Indonesia serta peran pentingnya di dunia investasi ini. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk mengenal apa itu Bursa Efek Indonesia dengan baik.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Bursa Efek Indonesia (BEI): Arti, Peran, dan Cara Kerjanya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]

    Trending

    Salah satu cara mengukur potensi keuntungan suatu perusahaan adalah menggunakan rasio Basic Earning Power (BEP). Pengukuran ini mempresentasikan kemampuan sebuah bisnis dalam menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Rumus ini bisa digunakan apabila prakiraan kondisi operasional perusahaan adalah stabil.  Semakin tinggi BEP yang dihasilkan, maka semakin besar efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset.Untuk lebih jelasnya, […]
    Yuk, mari mengenal apa itu PAB (Pajak Alat Berat).  Dalam dunia perpajakan, setiap alat atau properti yang digunakan untuk mempermudah kegiatan proyek. Alat-alat tersebut seperti traktor,crane, maupun bulldozer yang di mana merupakan objek yang dikenai pajak.   Terlepas dari fungsi alat berat di atas, tak jarang orang-orang tidak mengetahui apabila kendaraan besar dikenai pajak. Perpajakan alat […]
    Sejarah asuransi di Indonesia mulai diperkenalkan pada zaman kolonial Belanda. Pada zaman kolonial tersebut, banyak perubahan yang terjadi pada tatanan masyarakat. Mulai dari segi ekonomi, sosial, budaya, hingga pendidikan. Salah satu perubahan yang signifikan adalah ekonomi.  Kata “asuransi” berasal dari bahasa Belanda yaitu verzekering yang mempunyai arti pertanggungan. Pada saat itu, tepatnya masa kolonial Belanda, […]
    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]