1. Ekonomi Bisnis

Akuisisi: Pengertian, Tujuan, Kelebihan & Kekurangannya

Di dalam dunia bisnis, akuisisi adalah aktivitas yang sangat lumrah dilakukan oleh banyak perusahaan saat ini. Akuisisi adalah salah satu pilihan yang sering dilakukan oleh perusahaan dengan harapan dapat mengembangkan bisnisnya menjadi lebih baik lagi. Ditambah lagi, salah satu aktivitas bisnis ini marak dipakai apalagi semenjak perkembangan ekonomi global yang telah meningkat pesat di masa kini.

Di sisi lain, banyaknya aktivitas di dunia bisnis membuat beberapa orang yang masih awam cenderung sulit membedakan satu kegiatan dengan kegiatan yang lain. Akuisisi kerap dianggap memiliki arti yang sama dengan takeover dan merger. Oleh karena itu, Inklusi Uang pada kesempatan kali ini ingin memberikan penjelasan mengenai akuisisi secara lengkap dan jelas.

KEY TAKEAWAYS

  • Berdasarkan istilah perbankan kliring adalah metode pemindahan uang atau transfer dari satu rekening ke rekening lainnya.
  • Tiga jenis kliring adalah kliring umum, lokal, dan antar cabang.
  • Warkat kliring adalah alat pembayaran non-tunai yang dihitung berdasarkan beban nasabah atau bank melalui kliring.
  • Contoh setoran kliring adalah wesel, cek, bilyet, nota debet, nota kredit, dan giro.

Pengertian Akuisisi

Sebelum mengenal akuisisi lebih dalam, hal pertama yang harus Anda ketahui terlebih dahulu adalah pengertian dari akuisisi secara umum. Arti akuisisi adalah sebuah kegiatan transaksi perusahaan dimana perusahaan tersebut mengambil alih perusahaan lain dengan membeli sebagian besar atau seluruh aset perusahaan yang diakuisisi, biasanya berupa saham.

Walaupun sebagian besar atau seluruh saham perusahaan diambil alih oleh pengakuisisi, perusahaan yang diakuisisi ini tetap berdiri dan memiliki hukumnya sendiri. Sehingga, hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis korporasi yang diakuisisi sebagai sebuah perusahaan tanpa harus mengembangkan usahanya sendiri dari awal atau inorganic growth.

Akuisisi adalah aktivitas yang biasanya dilakukan agar pengakuisisi dapat mengendalikan, membangun, serta meningkatkan kekuatan perusahaan yang diambil alih sehingga dapat mengembangkan usahanya dengan lebih cepat. Oleh karena itu, kegiatan akuisisi ini akan membuat perusahaan pengakuisisi bisa mendapatkan hak kendali terhadap kegiatan operasi dari perusahaan yang diakuisisi. 

Perbedaan Akuisisi, Takeover, dan Merger

Banyak orang yang awam dengan dunia bisnis menganggap akuisisi, takeover, dan merger adalah aktivitas bisnis yang sama. Istilah merger, takeover, dan akuisisi adalah tiga hal yang berbeda walaupun transaksinya terlihat mirip satu sama lain. Apa yang menjadi perbedaan antara ketiga istilah tersebut pada dunia bisnis?

Dalam akuisisi, kedua perusahaan tetap berjalan dengan legalitas dan hukumnya masing-masing. Perusahaan pengakuisisi akan berperan sebagai “induk” dan akan mengontrol berjalannya kegiatan bisnis perusahaan yang diambil alih secara garis besar. Akuisisi ini juga biasanya terjadi berdasarkan persaingan atau kesepakatan bersama.

Takeover adalah kegiatan transaksi dalam dunia bisnis yang cukup mirip dengan akuisisi. Perbedaannya yaitu takeover cenderung dilakukan secara terpaksa karena perusahaan yang diakuisisi menunjukkan penolakan dan menentang untuk diambil alih.

Sedangkan, merger merupakan aktivitas bisnis dimana kedua perusahaan akan bergabung dan membentuk sebuah perusahaan baru yang relatif lebih kuat. Merger terjadi tidak melalui persaingan bisnis antara dua perusahaan, melainkan berdasarkan kesepakatan bersama.

Tujuan Akuisisi

Akuisisi adalah aktivitas bisnis yang memiliki tujuan tersendiri untuk dicapai oleh masing-masing perusahaan. Adapun tujuan akuisisi adalah sebagai berikut.

1. Memperkuat bisnis inti (core bussiness

Jika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan lain yang bergerak pada industri yang sama, maka hal ini akan membuat bisnis inti perusahaan tersebut menjadi lebih besar dan kuat.

2. Ekspansi pasar

Pasar perusahaan yang diakuisisi secara tidak langsung juga akan dikuasai oleh perusahaan pengakuisisi dan menjadi salah satu bentuk ekspansi pasarnya.

3. Melindungi konsumen atau pasarnya

Dengan mengakuisisi perusahaan pesaing, pengakuisisi tidak perlu bersaing dan akan melindungi pasar yang ingin dikuasai sehingga posisinya menjadi lebih kuat dan stabil.

4. Meningkatkan sinergi perusahaan 

Sinergi merupakan bentuk kerja sama perusahaan yang sepakat untuk bergabung sehingga meningkatkan nilai perusahaan.

5. Sebagai cara untuk masuk ke pasar asing

Tujuan ini bisa dicapai bagi perusahaan yang melakukan akuisisi terhadap perusahaan asing yang ada di luar negeri.

Jenis Akuisisi

Akuisisi adalah kegiatan bisnis yang terdiri dari beberapa jenis. Akuisisi ini terbagi menjadi 3 berdasarkan keterkaitan jenis usahanya, yaitu akuisisi horizontal, akuisisi vertikal, dan akuisisi konglomerat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jenis akuisisi, Anda dapat melihat penjelasannya di bawah ini.

1. Akuisisi horizontal

Akuisisi horizontal merupakan tipe akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan dengan mengambil alih perusahaan yang memiliki usaha sejenis.

2. Akuisisi vertikal

Akuisisi vertikal adalah jenis akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan dengan mengambil alih perusahaan dari industri berbeda namun tetap berkaitan satu sama lain.

3. Akuisisi konglomerat

Akuisisi konglomerat adalah tipe akuisisi dengan mengambil alih perusahaan yang tidak sejenis atau tidak berkaitan sama sekali. Jenis akuisisi ini memiliki tujuan untuk memperluas skala bisnis konglomerat.

Selain itu, akuisisi juga dibagi kembali menjadi 2 jenis berdasarkan tipe aset yang diambil alih. Kedua jenis dari akuisisi berdasarkan tipe aset diantaranya yaitu akuisisi aset dan akuisisi manajemen.

Manfaat Akuisisi

Akuisisi memiliki manfaat yang bisa didapatkan baik bagi perusahaan pengakuisisi maupun yang diakuisisi. Manfaat atau fungsi akuisisi adalah sebagai berikut.

  • Mendapatkan ide dan perspektif baru dari tim perusahaan lain
  • Perusahaan yang diakuisisi akan mendapatkan akses ke dalam permodalan bisnis yang lebih besar
  • Berpotensi meningkatkan pertumbuhan bisnis secara lebih efisien dan cepat
  • Mendapatkan tambahan sumber daya
  • Mengurangi persaingan pasar

Mengevaluasi Kandidat Akuisisi

Untuk melakukan akuisisi, perusahaan harus mengidentifikasi dan mengevaluasi terlebih dahulu kandidat perusahaan yang ingin diakuisisi. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengambil alih sebuah perusahaan adalah sebagai berikut.

  • Menentukan harga yang sesuai untuk mengakuisisi sebuah perusahaan
  • Periksa beban hutang perusahaan 
  • Tuntutan hukum yang pernah dilalui oleh perusahaan masih dalam batas wajar
  • Analisis keuangan perusahaan. Perhatikan apakah perusahaan tersebut memiliki laporan keuangan yang transparan, lengkap, dan jelas.

Kelebihan dan Kekurangan Akuisisi

Sebagai kegiatan bisnis, akuisisi pastinya tidak terlepas dari kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu, perusahaan pasti telah mengidentifikasi keuntungan dan kelemahan apa yang akan didapatkan jika ingin melakukan akuisisi sebuah perusahaan. Berikut kelebihan dan kekurangan dari akuisisi yang dapat Anda ketahui secara umum.

Kelebihan

  • Dapat meningkatkan skala pasar dan mengurangi pesaing jika mengakuisisi perusahaan pesaing
  • Sebagai strategi untuk mengurangi biaya operasi dan meningkatkan efisiensi dengan memperoleh operasi dan produksi perusahaan lain atau biasa disebut dengan integrasi vertikal
  • Meningkatkan nilai perusahaan di mata stakeholder
  • Dapat mengendalikan aset perusahaan yang diambil alih
  • Perusahaan tetap berdiri dan memiliki hukum masing-masing

Kekurangan

  • Berpotensi gagal apabila banyak pemangku kepentingan yang tidak setuju
  • Memerlukan sistem dan pengawasan yang baik antara pengakuisisi dan yang diakuisisi
  • Biaya yang dibutuhkan tidak sedikit untuk proses legalitasnya

Contoh Akuisisi

Akuisisi adalah kegiatan yang telah dilakukan oleh banyak perusahaan baik di dunia atau bahkan di Indonesia sekalipun. Contoh akuisisi perusahaan yang terjadi di Indonesia adalah Bank BCA dengan Rabobank. Bank BCA telah mengakuisisi Rabobank pada tahun 2019 dengan biaya akuisisi adalah senilai Rp. 643,65 miliar.

Bank BCA dan Rabobank merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang sejenis, yaitu bidang finansial atau keuangan. Oleh karena itu, Anda dapat mengklasifikasikan akuisisi yang dilakukan oleh Bank BCA terhadap Rabobank ini sebagai akuisisi tipe horizontal.

Transaksi dan aktivitas bisnis ada banyak dan bermacam-macam, akuisisi adalah salah satu transaksi bisnis yang sering dilakukan oleh perusahaan pada masa ini sehingga sudah sewajarnya Anda mengenal akuisisi secara lebih dalam. Semoga melalui artikel ini, Anda memahami serba-serbi mengenai akuisisi lebih lanjut dalam dunia bisnis. Yuk, cerdas finansial bersama Inklusi Uang!

QA

Inklusi Uang mengharuskan penulis untuk mengambil referensi dari sumber utama. Hal ini termasuk jurnal, data pemerintah, laporan original, dan wawancara bersama ahli bidang industri. Kami juga mereferensikan riset orisinil dari publisher terbaik, jika diperlukan. Anda bisa mempelajari lebih lanjut standar yang kami ikuti dalam memproduksi konten yang akurat pada editorial policy kami.

  1. The Economic Times. “What is ‘Capital Market’
  2. Investopedia. “Capital Market
  3. Federal Reserve Bank of ST. Louis. “Understanding Capital Markets
  4. Corporate Finance Institute “Capital Gain“ahoo! Finance. “S&P 500 (^GSPC): Historical Data.” Accessed Jan. 31, 2022.

Tidak ada komentar

Komentar untuk: Akuisisi: Pengertian, Tujuan, Kelebihan & Kekurangannya

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    ARTIKEL TERBARU

    Investasi saham merupakan salah satu cara yang populer untuk mengembangkan kekayaan. Namun, seperti semua bentuk investasi, perdagangan saham juga melibatkan risiko. Oleh karena itu, para investor perlu menggunakan berbagai strategi untuk meminimalkan risiko dan mengoptimalkan keuntungan. Salah satu konsep yang penting dalam perdagangan saham adalah Take Profit (TP). Apa itu TP, dan bagaimana cara menggunakannya […]
    Pada dunia perdagangan saham dan pasar keuangan, terdapat berbagai macam strategi yang digunakan para investor dan trader untuk mencari peluang keuntungan. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah “pullback trading.” Apa itu pullback trading, dan bagaimana cara menggunakannya secara efektif? Mengidentifikasi Pullback dalam Grafik Saham Sebelum kita masuk ke dalam strategi pullback trading, penting untuk […]

    Trending

    Late charge adalah salah satu risiko yang harus tertanggung oleh pemegang kartu kredit. Denda ini dapat menjadi beban finansial yang cukup besar, terutama jika tagihan kartu kreditnya dalam jumlah yang besar. Kartu kredit merupakan alat pembayaran non-tunai yang merupakan salah satu produk bank. Kartu kredit memungkinkan pemegang kartu untuk melakukan transaksi pembelian barang atau jasa, […]
    Aset tidak berwujud adalah aset yang tidak memiliki wujud fisik tetapi masih dapat dilihat dan diidentifikasi. Meskipun tidak memiliki bentuk fisik, aset tak berwujud masih dapat menghasilkan pendapatan. Bagi sebuah perusahaan, aset tak berwujud pun bisa mendatangkan keuntungan dalam jangka panjang. Agar dapat memahami aset tidak berwujud lebih mendalam, mari simak informasi selengkapnya di bawah […]
    Net working capital adalah salah satu aspek krusial dalam suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diabaikan. Pasalnya, net working capital ini merupakan indikator likuiditas perusahaan dalam kemampuan membayar hutang jangka pendek. Dalam perhitungannya, net working capital atau disebut juga dengan modal kerja bersih melibatkan beberapa komponen, seperti aset lancar dan kewajiban lancar. Yuk, pahami lebih lanjut […]
    Menjadi seorang investor harus cermat dalam mempertimbangkan potensi yang didapatkan dari penanaman modal pada suatu emiten. Salah satu cara efektif guna mengetahui kelayakannya adalah dengan menggunakan metode penilaian investasi.  Dengan metode penilaian investasi yang efektif, para investor dapat mengenali potensi produk sebelum memutuskan untuk menanamkan modal untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit atau keuntungan. Nah, […]